7 Keuntungan Investasi Saham, dan Risikonya

Salah satu faktor yang membuat saham banyak menarik investor baru belakangan ini adalah karena memiliki potensi keuntungan yang lebih besar dibandingkan instrumen investasi lainnya, termasuk obligasi dan reksa dana. 

Di sisi lain, keuntungan investasi saham yang besar juga diiringi dengan risiko yang besar pula (high risk high return). Perbandingan yang serasi antara potensi laba dan kerugian inilah yang sering kali diabaikan oleh para investor.

Keuntungan Investasi Saham

Berikut beberapa keuntungan yang bisa didapatkan dari investasi saham:

1. Potensi passive income

Keuntungan memiliki saham yang pertama adalah surat berharga ini menjanjikan passive income atau pendapatan pasif. Pendapatan pasif adalah pendapatan yang bisa Anda peroleh diluar pendapatan utama Anda. 

Passive income dalam saham bisa diperoleh dengan dua cara yaitu dengan capital gain dan dividen. Capital gain adalah keuntungan yang diperoleh oleh seorang investor ketika dia berhasil menjual asetnya dengan harga yang lebih tinggi dibanding harga belinya. Dividen adalah keuntungan yang diperoleh investor atas bagi hasil pendapatan perusahaan. 

Banyak pihak yang menyebut bahwa potensi pendapatan dari saham bisa sekitar 7% setahun. Nilai ini lebih tinggi dibandingkan inflasi, suku bunga deposito di bank-bank besar, reksa dana dan bahkan obligasi. 

Bahkan dalam kasus-kasus tertentu ada saham yang kenaikan harganya sampai ratusan persen seperti, saham DCII tahun lalu yang meroket dari 11 ribuan per lembar menjadi 43 ribuan hanya dalam waktu kurang dari satu tahun. 

Baca Juga: 7 Cara Main Saham Untuk Pemula Tahun 2022

2. Mudah dijual dan dicairkan

Keuntungan investasi saham yang kedua adalah instrumen ini mudah dijual dan dicairkan. Saat ini, untuk menjual satu lot saham Anda tinggal memencet tombol-tombol tertentu di aplikasi. Setelah itu, Anda tinggal menunggu. Kalau Anda ingin mencairkan hasil penjualan ini, Anda juga tinggal klik-klik handphone dan menunggu 2 sampai 7 hari kerja. 

Hal ini membuat saham menjadi salah satu aset yang paling likuid (mudah dicairkan). Tidak seperti tanah atau rumah yang menunggu berbulan-bulan supaya bisa laku. Selain itu, keuntungan menanam saham (capital gain) juga bisa diperoleh dalam satuan minggu, hari atau bahkan jam dan menit. Tentu saja asalkan Anda tahu bagaimana caranya.

3. Modal bisa diisi ulang

Keuntungan memiliki saham dibandingkan instrumen investasi yang lain (termasuk deposito) adalah modal jual beli saham bisa diisi ulang. Jadi, kalau Anda punya modal 150.000 dan tinggal 50.000 di saja di rekening nasabah, maka Anda bisa mentransfer sejumlah dana ke rekening dana nasabah milik Anda tersebut. 

Apalagi saat ini banyak pengisian ulang rekening dana nasabah bisa dilakukan melalui mobile banking atau dompet digital. Sekali lagi, bisa klik-klik masalah selesai. 

4. Biaya investasi rendah

Saat membeli atau menjual saham, ada beberapa biaya yang harus Anda bayar. Biaya-biaya tersebut adalah biaya levy, biaya jasa broker, biaya pajak PPN dan biaya pajak PPh. Tapi Anda tidak perlu khawatir. Biaya-biaya tersebut oleh perusahaan sekuritas sudah dirangkum menjadi satu dengan total biaya sekitar 0,15% sampai 0,30% tergantung dengan jenis dan jumlah transaksi yang Anda perintahkan. 

Misalnya, Anda melakukan transaksi jual sebesar 1.000.000 rupiah. Maka jumlah biaya yang harus Anda bayarkan kira-kira sebesar 0,25% kali 1.000.000 yaitu 998.500 atau hanya berkurang 1.500 saja. Tentu jumlah ini jauh lebih sedikit daripada kalau Anda mencairkan dana deposito sebelum waktunya atau harus menanggung selisih harga emas (spread). 

Umumnya biaya transaksi menggunakan aplikasi online trading lebih rendah sekitar 0,10% dibandingkan jika Anda menghubungi account officer perusahaan sekuritas. Tentu hal ini akan semakin menguntungkan Anda. Apalagi saat ini banyak perusahaan sekuritas yang berlomba-lomba memberikan biaya investasi terjangkau untuk menggaet investor baru.

5. Terlibat dalam proses pengambilan keputusan perusahaan

Salah satu hak utama seorang investor khususnya investor saham biasa (common stock) adalah terlibat dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Dalam rapat ini, investor berhak untuk mendapatkan laporan pertanggung jawaban dari manajemen perusahaan, memilih orang yang berhak mengisi posisi manajerial dan bahkan komisaris serta hal-hal lain yang berkaitan dengan keberlanjutan operasional perusahaan. 

6. Sebagai instrumen diversifikasi keuangan

Manfaat investasi saham yang selanjutnya adalah sebagai instrumen diversifikasi aset Anda. Diversifikasi keuangan ini penting sebab, Anda perlu menyesuaikan alokasi keuangan bulanan atau harian Anda sesuai dengan kebutuhan dan tujuan. 

Misalnya, jika pendapatan Anda sebesar 2.000.000 per bulan. Anda bisa menyisihkan 700.000 untuk membayar utang atau kewajiban lain, 1.000.000 untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sementara 400.000 sisanya dibagi lagi menjadi 4. 

100.000 untuk tabungan biasa (kalau sewaktu-waktu dibutuhkan), 100.000 untuk reksa dana (untuk kebutuhan jangka pendek hingga menengah), 100.000 dalam bentuk cash dan sisanya dibelikan saham untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang. 

7. Saham untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang

Saham memiliki karakteristik sebagai instrumen yang memiliki tingkat imbal hasil tinggi tapi dengan risiko yang tinggi pula. Risiko ini biasanya akan lebih ternetralisir dalam jangka panjang karena kinerja perusahaan yang lebih konsisten. Oleh sebab itu, manfaat investasi saham lebih cocok untuk investasi jangka panjang. 

Saham umumnya dimanfaatkan untuk kebutuhan jangka panjang yang lebih dari 10 tahun seperti, untuk persiapan pensiun, membeli rumah, sekolah anak dan lain sebagainya. 

Baca Juga: Saham: Pengertian, Jenis, Cara Kerja, Contoh, Keuntungan, dan Risiko

Risiko Bermain Saham

Dalam paragraf pembuka di atas disebutkan bahwa disamping potensi keuntungan yang tinggi, saham juga memiliki potensi kerugian yang tidak kalah tinggi pula. Berikut ini 4 risiko bermain saham yang perlu Anda ketahui:

1. Risiko bisnis

Saham adalah surat berharga penyertaan modal dan modal tersebut akan dikembalikan beserta keuntungannya (dividen atau capital gain) jika perusahaan mengalami keuntungan. Tapi sayangnya, sebuah perusahaan juga bisa merugi. Potensi kerugian perusahaan inilah yang disebut dengan risiko bisnis. 

2. Risiko likuiditas

Risiko likuiditas adalah risiko yang harus dihadapi seorang investor saham jika emiten bangkrut. Perlu diketahui bahwasanya pemilik saham biasa adalah pihak terakhir yang mendapatkan aset emiten setelah aset tersebut dibagi-bagi dengan pihak pemberi pinjaman dan pemilik saham preferen.

3. Risiko pasar

Risiko pasar adalah risiko perubahan harga saham karena adanya sentimen negatif atas saham tersebut. Baik itu karena isu negatif dan positif atau memang karena kondisi negara dan pasar modal secara keseluruhan sedang tidak baik-baik saja.

4. Risiko moneter

Risiko moneter dibagi dua yaitu risiko perubahan tingkat suku bunga perbankan dan inflasi. Baik emiten maupun investor masih menganggap bahwa produk perbankan adalah produk pengganti atau substitusi produk pasar modal sehingga perubahan suku bunga perbankan akan mempengaruhi preferensi emiten dan investor untuk memasuki pasar modal. 

Di sisi lain, perubahan tingkat inflasi juga berpengaruh terhadap emiten dan investor. Inflasi yang terlalu tinggi membuat investor tidak punya uang untuk berinvestasi dan perusahaan kesulitan memasarkan produk. Tapi, tingkat inflasi yang terlalu rendah juga berarti perekonomian sedang lesu. 

Selain 4 risiko di atas, sebaiknya Anda juga awas terhadap risiko teknis aplikasi trading seperti, kebocoran data, data pasar yang telat masuk dan lain sebagainya. Maka dari itu, pastikan Anda menggunakan aplikasi trading terbaik. 

Baca Juga: 10 Aplikasi Saham Terbaik, Terdaftar OJK (2022)

Kesimpulan

Manfaat investasi saham ada banyak mulai dari menyiapkan hari tua sampai untuk mendapatkan passive income saja. Tetapi, risiko investasi pada surat berharga ini juga banyak. Pastikan Anda tahu kedua hal ini sehingga lebih berhati-hati dalam memilih instrumen investasi.

Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan