Cara Beli Saham Bagi Investor Pemula:Panduan Lengkap 2021

Bagaimana cara beli saham bagi pemula? Pertanyaan ini pasti langsung terlintas, ya. Nah, pada intinya untuk urusan membeli saham di masa sekarang mudah sekali dilakukan.

Tidak seperti dulu yang harus membutuhkan bantuan dan saran dari broker. Kini, Anda dapat melakukannya secara online. Panduan cara beli saham online begitu mudah didapat dari internet.

Seperti yang akan diulas dalam tulisan seputar investasi saham kali ini. Di sini, Anda akan tahu bagaimana sebenarnya cara beli saham online yang aman.

Tapi sebelum membahas cara membeli saham, Anda yang pemula penting mengetahui apa itu saham dan apa saja keuntungan investasi saham yang akan Anda peroleh nantinya.

Mengenal Apa Itu Saham

Singkatnya, saham adalah suatu dokumen berharga yang di dalamnya terdapat status kepemilikan Anda terhadap suatu perusahaan. Artinya, saham menandakan bahwa Anda memiliki sebagian hak atau aset dari kepemilikan perusahaan yang dibeli.

Definisi saham yang lain sering diartikan sebagai satuan nilai atau surat pembukuan yang menjadi bukti bahwa seseorang memiliki bagian modal dari suatu perusahaan.

Contohnya, bila perusahaan menerbitkan 1000 lembar saham. Lalu, seseorang membeli sebesar 500 saham di perusahaan tersebut. Maka, orang tersebut 50% kepemilikan aset di perusahaan itu.

Demikianlah pengertian saham secara sederhana.

Cara Beli Saham

Manfaat dan Keuntungan Investasi Saham

Ada banyak jenis investasi jangka panjang di zaman sekarang yang bisa Anda pilih. Salah satu yang menjanjikan yaitu investasi saham.

Biasanya, orang-orang yang menggunakan saham sebagai instrumen investasi, akan lebih rutin mengalokasikan sebagian uang dari total penghasilannya untuk membeli saham.

Tentu saja, segala sesuatu yang dilakukan secara konsisten akan memberi hasil memuaskan. Begitu pula dengan investasi saham. Terdapat dua keuntungan berinvestasi saham yang dapat Anda dapatkan, yakni:

  1. Capital Gain. Ini adalah profit dari selisih harga jual saham yang lebih tinggi daripada harga beli. Keuntungan capital gain seringkali diharapkan oleh para investor yang bermain saham untuk investasi jangka pendek. Dari hasil capital gain, setiap investor akan memperoleh profit sesuai total besaran nilai saham yang telah disetorkan.
  2. Dividen. Berbeda dengan capital gain, dividen ini adalah nilai keuntungan (laba) yang diperoleh investor dari hasil pembagian dividen tunai terhadap suatu emiten. Sederhananya, dividen diartikan sebagai pendapatan tambahan investor yang diperoleh setelah membeli saham dari emiten yang dari catatannya memiliki performa pendapatan bagus dan relatif stabil.

Panduan Cara Beli Saham Online Bagi Pemula

Nah, setelah membahas singkat tentang pengertian saham dan keuntungan investasi saham bagi Anda para calon investor muda di masa depan, selanjutnya Anda perlu tahu bagaimana cara beli saham.

Pada praktiknya, ini memang persoalan jual-beli saham. Akan tetapi, tanpa pengetahuan dan jam terbang yang cukup, hal mudah pun terasa sulit dilakukan. Apalagi, ini berkaitan dengan menghasilkan uang secara konsisten dari saham.

Tapi jangan khawatir, Anda dapat mengetahui cara beli saham online untuk investor pemula dengan membaca panduan lengkap berikut ini:

1. Ketahui Background Perusahaan yang Ingin Dibeli

Tahapan pertama untuk mulai berinvestasi dan membeli saham tentu saja harus mencari tahu terkait latar belakang detail dari perusahaan yang akan dibeli.

Ini merupakan salah satu tips investasi saham yang tepat, supaya Anda dapat memperhitungkan strategi jangka pendek, menengah, maupun panjang.

Untuk pemula, belajar membeli saham bisa dimulai dengan strategi jangka menengah. Mengapa tidak jangka pendek? Karena, pilihan ini memungkinkan Anda mengalami kerugian dengan untung yang tidak seberapa.

Tips ini juga menjadi bagian dari manajemen risiko dalam bermain saham, mengingat jumlah saham ada banyak sekali sekarang ini, ya.

Saran baiknya, pilihlah perusahaan yang memiliki kapitalisasi pasar yang tinggi. Mungkin Anda bisa membeli saham kategori blue chip seperti BUMN yang dominan pergerakannya lebih stabil.

Apabila memilih kapitalisasi pasar menengah atau kecil, resikonya akan lebih besar karena pergerakannya cenderung tidak likuid atau stabil.

Untuk mengecek Laporan Keuangan perusahaan sendiri secara berkala, Anda dapat mengunjungi laman www.idx.co.id. Di bagian atas, silahkan pilih menu ‘Perusahaan Tercatat’, lalu pilih ‘Laporan Keuangan dan Tahunan’.

Atau untuk lebih cepatnya, silahkan ketikkan URL berikut: https://www.idx.co.id/perusahaan-tercatat/laporan-keuangan-dan-tahunan/, pada browser.

Pada halaman ‘Laporan Keuangan dan Tahunan’, Anda akan melihat beberapa bagian, di antaranya:

  • Jenis Laporan (Laporan Keuangan atau Laporan Tahunan).
  • Jenis Efek (Saham atau Obligasi).
  • Kode/Nama Perusahaan.
  • Tahun
  • Period
Cara Beli Saham

Selanjutnya, Anda juga perlu menganalisa grafik perubahan harga saham yang dapat dilihat langsung pada alamat web berikut ini: https://id.investing.com/equities/bnk-central-as.

Cara Beli Saham

2. Cara Beli Saham: Tentukan Metode Investasi Saham sesuai Kebutuhan

Pergerakan di dunia saham sangatlah dinamis. Nilai saham dapat mengalami perubahan (naik-turun) setiap hari. Untuk Anda yang pemula, sangat penting memantau pergerakannya setiap hari.

Sebelum memutuskan ingin membeli saham, ada baiknya Anda pahami dulu metode investasi saham apa yang paling tepat sesuai kebutuhan.

Secara umum, ada dua metode investasi, yakni:

  1. Trading saham. Di sini, posisi investor hanya memiliki saham untuk jangka waktu singkat (pendek). Pelaku trading disebut trader, akan gencar membeli saham ketika nilainya sedang turun. Bila nilainya sedang naik, para trader akan cepat menjual saham tersebut. Cara seperti ini sah-sah saja dilakukan. Toh, Anda akan mendapat keuntungan dari selisih nilai jual-beli saham tersebut. Akan tetapi, metode investasi saham melalui trading bisa dibilang sifatnya ‘untung-untungan’. Intinya, Anda harus rajin memantau nilai pergerakan saham setiap hari.
  2. Investasi saham jangka panjang. Metode kedua ini, Anda sebagai investor akan berfokus pada tujuan mengincar dividen (keuntungan) perusahaan. Anda membeli saham dan tidak berniat menjualnya. Artinya, Anda akan menjadi investor tetap bila memilih metode investasi saham jangka panjang ini. Terkait dividen/keuntungan perusahaan tadi, biasanya dibagikan per satu tahun sekali dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Seperti disebutkan di poin pertama tadi, pilihlah perusahaan yang memiliki kapitalisasi pasar tinggi, serta reputasi dan prospek laba yang bagus. Dengan begitu, nilai saham Anda akan cenderung stabil. Peluang untungnya pun bisa berlipat ganda.

Lalu, apakah ada perbedaan antara investasi saham jangka panjang dan trading? Jawabannya ada. Secara umum, beda keduanya terletak pada durasi.

Investasi sifatnya untuk jangka panjang (long term) dengan tujuan meraup keuntungan besar keseluruhan dari perusahaan yang dibeli. Dilihat dari pergerakannya, investasi cenderung lebih kuat, stabil, dan fundamental.

Sedangkan, trading bersifat jangka pendek (short term) untuk meraih profit. Intinya, trading lebih berfokus pada pantauan pola dan elektabilitas pergerakan harga saham di pasar global.

Terlepas dari perbedaan investasi maupun trading, dua metode dalam bermain saham ini tentu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Pastikan Anda memilih salah satu sesuai kebutuhan, ya.

KelebihanKekurangan
TradingBersifat lebih aktif dibandingkan trading. Anda terlibat langsung dalam proses usaha/bisnis.

Anda berperan sebagai pelaku usaha atau bisnis itu sendiri. Jadi, harus bekerja sendiri demi memperoleh ‘pundi-pundi’ target profit pada periode waktu tertentu.

Sebagai trader, semua dampak untung-rugi dari hasil modal yang Anda tanamkan dalam bermain saham tergantung pada kemampuan diri Anda sendiri.
Anda dapat untung bila sukses mengelola trading. Tapi sewaktu-waktu, Anda bisa kehilangan uang dalam jumlah sangat besar jika mengelolanya asal-asalan dan tidak konsisten.
Investasi SahamInvestasi cocok dipilih bagi Anda yang mungkin punya kesibukan atau aktivitas lain yang lebih diprioritaskan.

Bisa mendapat keuntungan dalam bentuk bunga tanpa perlu terlibat menjalankan bisnis/usaha.
Sifatnya pasif. Investor tidak menjalankan langsung usaha/bisnis untuk memperoleh keuntungan (profit). Artinya, ada pihak lain yang mengelolanya.

Jadi, Anda sebagai investor bisa mendapat keuntungan dalam bentuk bunga tanpa perlu terlibat menjalankan bisnis tersebut. Meski hanya tinggal menikmati hasil, Anda tetap perlu mempersiapkan diri bila ada kemungkinan mengalami kerugian.

Anda tidak bisa menentukan target profit yang ingin dicapai dalam periode (jangka waktu tertentu). Bisa sewaktu-waktu sangat untung, tapi tak menutup kemungkinan pula akan merugi.

3. Cara Beli Saham: Daftar/Registrasi Rekening Saham atau Efek

Langkah kedua yaitu membuka rekening saham di perusahaan sekuritas. Untuk lebih aman, pilihlah perusahaan sekuritas yang benar-benar terpercaya.

Sebagai informasi, di Indonesia sendiri, pembelian saham-saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) hanya dapat dilakukan melalui perusahaan sekuritas di Indonesia yang terdaftar OJK.

Selanjutnya, kunjungi kantor cabang perusahaan sekuritas tersebut untuk membuka rekening saham secara langsung.

Di samping itu, pembukaan rekening saham bisa dilakukan secara online lewat website atau aplikasi. Anda hanya perlu isi formulir yang disediakan di situs, dengan membubuhi tanda tangan.

Lalu, formulir tersebut harus dikirim kembali ke alamat kantor perusahaan sekuritas/broker untuk kemudian diverifikasi oleh pihak mereka.

Biasanya, beberapa berkas lain juga diperlukan sebagai syarat pembukaan rekening efek, antara lain:

  • Foto Copy KTP (Kartu Tanda Penduduk)
  • Foto Copy NPWP (Nomor Peserta Wajib Pajak)
  • Foto Copy Buku Tabungan

Sementara itu, untuk biaya transaksi saham sendiri terdiri dari:

  • Broker Fee

Komisi pialang berbeda-beda, namun pada umumnya berkisar 0,15-0,25% hingga 0,25-0,35% dari nilai transaksi saham.

  • Biaya Transaksi (Levy)

Levy adalah biaya transaksi dari penggunaan jasa atau fasilitas transaksi Bursa. Nilai transaksi untuk tiap jual beli 0.03% dari transaksi saham.

  • Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

PPN 10% dari Biaya Transaksi / Levy (Jual dan Beli)

  • Pajak Penghasilan (PPh)

PPh dipotong pada saat transaksi jual sebesar 0,1% dari nilai transaksi.

Setelah melakukan pembukaan rekening efek, Anda akan mendapat nomor identitas (ID), password, dan PIN. Gunakan ketiganya untuk memulai investasi saham, termasuk jual-beli saham online.

Nah, buat para calon investor pemula, bersamaan dengan membuka rekening saham di broker, ada baiknya Anda perlu juga melakukan pembukaan Rekening Dana Nasabah (RDN).

Ya, ini merupakan tahapan yang tidak kalah penting ketika memutuskan ingin bermain saham. Sebab, Anda tidak bisa mulai transaksi saham apabila belum mendaftar RDN, sekali pun rekening saham sudah dibuka.

Dengan memiliki RDN di bank, Anda dapat menyimpan dana hasil transaksi jual beli saham. Tak hanya hasil penjualan saham, setoran modal untuk melakukan transaksi saham juga dapat disimpan dengan aman di RDN milik Anda.

Baca Juga: Seputar 10 Sekuritas Terbaik di Indonesia (Daftar Terbaru 2021)

4. Cara Beli Saham:Download Aplikasi Trading Saham

Secara proses, pembukaan rekening di Bursa Efek Indonesia (BEI) agak repot dan biaya transaksi juga mahal.  Ada cara mudah dan murah untuk pemula, yaitu trading dengan saham CFD, anda dapat trading saham AS terkenal di dunia misalnya TSLA,Zoom, Netflix,Twitter,facebook, Google dll

Tetapi, ada metode yang mudah dan murah (terjangkau) untuk pembukaan akun saham online dalam waktu beberapa menit, yaitu melalui aplikasi trading saham.

Anda juga dapat mengunduh aplikasi trading yang disediakan oleh broker. Bicara soal aplikasi trading, Mitrade – Forex Online Trading bisa menjadi salah satu pilihan yang tepat.

Mitrade adalah aplikasi online trading yang mudah digunakan, baik dari PC/laptop maupun smartphone. Anda dapat mengakses pasar keuangan secara real-time melalui Mitrade.

Tak hanya itu, berita update seputar data keuangan hingga analisis grafik serta strategi trading dapat Anda temukan dalam satu aplikasi. Semuanya gratis, tanpa perlu registrasi.

Keunggulan lainnya, pembelian saham pun bisa dilakukan lewat aplikasi Mitrade. Dengan aplikasi trading Mitrade, terbuka peluang Anda untuk beli saham-saham kelas dunia di luar negeri. Jadi, investasi Anda tidak terbatas di dalam negeri saja.

Selain itu, alasan mengapa Anda harus memilih Mitrade, karena:

  • 0 komisi dan akun demo dengan uang virtual $50000 untuk melatih bagi pemula.
  • Trading dengan leverage.modal kecil bisa dimulaikan (dibandingkan dengan trading saham di efek, minimum pembelian 100 lembar).
  • Memberi informasi terkait kondisi trading ambang rendah.
  • Diatur oleh badan pengatur terkait.
  • Platform dan aplikasi trading online yang sederhana dan intutif.
  • Memberikan dukungan secara daring tingkat tinggi.
  • Biaya transaksi yang kompetitif.
  • Serta perlindungan atau keamanan yang seimbang.

Keamanan menggunakannya juga sudah diakui, terbukti Mitrade berhasil menjadi broker pemenang penghargaan yang berfokus pada pertukaran mata uang asing online (online foreign exchange) dan layanan trading Contract for Difference (CFD).

Dengan produk CFD dari Mitrade, Anda dapat melakukan perdagangan dengan leverage di pasar keuangan global.

Aplikasi seluler dan platform trading berbasis web dari Mitrade juga menawarkan pengalaman yang superior, dengan biaya transaksi kompetitif, eksekusi transaksi yang cepat, dan layanan pelanggan yang sangat baik.

Dengan Mitrade, Anda dapat dengan bebas memilih aset antara forex, indeks, komoditas, saham dan mata uang kripto, dan lain-lain. Sekaligus, memahami peluang trading di bawah fluktuasi harga di pasar bersama Mitrade.

Sebagai tambahan, apabila Anda bingung di awal bagaimana cara menggunakan aplikasi online trading, solusinya bisa dengan membaca atau menonton tutorial jual beli saham dari perusahaan sekuritas.

Panduan cara membeli saham menggunakan aplikasi trading juga dapat Anda lihat di aplikasi tersebut maupun di website atau YouTube resmi sekuritas terkait. Bila ingin lebih pasti, dapat langsung menghubungi kontak perusahaan sekuritas.

Begitu selesai menyimak tutorialnya, pasti Anda akan langsung paham bagaimana membeli atau menjual saham, terlebih secara online melalui situs/aplikasi broker.

Melihat dari poin pertama hingga keempat ini, secara ringkas tahapan cara beli saham di aplikasi trading online bagi pemula yang penting Anda ketahui, sebagai berikut:

  1. Tentukan saham perusahaan yang ingin dibeli. Pastikan Anda memilih yang benar-benar aman dan terpercaya. Anda bisa mencari tahu informasi detail seputar profil saham tersebut terlebih dahulu.
  2. Bila sudah menentukan pilihan, sebaiknya ingat baik-baik kode saham untuk lebih memudahkan proses pembelian saham secara online.
  3. Sebelum fix bertransaksi saham, Anda akan diminta menentukan harga beli saham. Di aplikasi online, harga penawaran disebut dengan istilah ‘bid’ dan harga penjualan disebut ‘offer’.
  4. Lebih efektif, Anda bisa pasang nilai/harga beli sama dengan harga offer terendah. Dengan begitu, peluang untuk mendapatkan saham tersebut akan lebih besar dan tidak memakan waktu lama.
  5. Penting diingat juga, setelah transaksi dilakukan, jangan lupa untuk mengecek status di halaman Portofolio pada aplikasi saham online Anda. Di halaman tersebut, akan terlihat status kepemilikan saham Anda, mulai dari harga rata-rata, jumlah lembar saham yang dimiliki, dan nilai investasi saham yang tertanam.

5. Cara Beli Saham: Setor Dana Deposit Awal

Melanjutkan proses di atas, Anda bisa cek terlebih dahulu deposit awal dan fee transaksi saham di setiap perusahaan sekuritas. Setelah itu, Anda diharuskan menyetor saldo awal di rekening saham dan RDN.

Setoran pertama ini merupakan modal investasi Anda. Pada tahap ini, Anda sudah bisa disebut sebagai investor pemula. Soal besaran dana deposit awal bergantung pada kebijakan setiap perusahaan sekuritas.

Nantinya, setelah transaksi pertama berhasil dilakukan, Anda bisa melakukan settlement atau pembayaran kewajiban pada transaksi berikutnya, dalam jarak waktu T+2 atau 2 (dua) hari sejak transaksi pertama.

Untuk cara deposit awal cukup mudah, sebagai berikut:

  • Siapkan dana. Lalu, setorkan ke nomor rekening saham yang telah aktif tadi.
  • Penyetoran bisa dilakukan dengan transfer melalui ATM, mobile banking, maupun internet banking.
  • Tunggu beberapa saat, sampai proses transfer ke nomor rekening selesai.
  • Cek dana di aplikasi online trading yang sudah diunduh, seperti penjelasan pada poin 3 di atas.

6. Cara Beli Saham: Tentukan Jumlah Investasi untuk Beli Saham

Ini sebenarnya lanjutan dalam proses pembelian saham online setelah menyetor dana deposit awal. Menentukan nilai/jumlah investasi merupakan panduan cara membeli saham yang perlu dipertimbangkan secara matang.

Bagi pemula, Anda mungkin bisa memutuskan investasi sebesar 5 persen dari kekayaan total milikmu. Mengapa 5 persen? Bukankah angkanya terlalu kecil?

Memang, 5 persen adalah angka yang kecil. Ini untuk minimalisir kerugian besar. Nanti, setelah Anda benar-benar paham cara bermain saham, Anda boleh saja menaikkan jumlah investasi secara berkala.

Untuk referensi, di Indonesia sendiri Anda bisa mulai membeli saham yang terdaftar sebagai anggota indeks dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Portofolio saham-saham yang memiliki indeks di BEI bisa jadi informasi penting. Ini sangat membantu bagi para investor pemula seperti Anda yang mungkin masih awam dan ragu untuk berinvestasi saham.

Melansir laman resmi BEI, indeks saham yang dimaksud disini adalah ukuran (standar) dari keseluruhan pergerakan (naik-turun) saham, berdasarkan kriteria dan metodologi tertentu serta telah melalui evaluasi secara berkala.

Beberapa contoh indeks saham pilihan di Indonesia, seperti Index LQ45, IDX Value, IDX Growth, ataupun IDX High Dividend.

7. Cara Beli Saham: Paham Nilai Pembelian Saham

Umumnya, ketentuan minimal (terendah) saat pembelian saham yaitu 1 lot yang artinya sama dengan pembelian 100 lembar saham. Ketentuan ini juga berlaku untuk penjualan saham kembali, dihitung dalam besaran 1 lot.

Di Indonesia, harga saham yang terdaftar di BEI tidak ada standar pasti alias variatif, tergantung kebijakan nilai dari setiap perusahaan. Bila harga saham rendah, maka lot yang Anda miliki otomatis menjadi lebih banyak. Kebalikannya, harga sama tinggi maka lot yang dipegang pun sedikit

Selain itu, Anda akan dikenakan biaya (fee) dari broker untuk setiap satu kali transaksi, baik itu ketika membeli maupun menjual saham.

Sebagai referensi bagi pemula, sekarang ini modal terendah untuk transaksi saham yaitu 1 lot atau sama dengan 100 lembar saham. Jadi, kira-kira modal yang diperlukan untuk membeli saham bisa dimulai dari Rp100.000 – Rp200.000 sudah cukup.

Kalau Anda memiliki modal lebih, ada baiknya datang langsung saja ke kantor perusahaan sekuritas. Di sana, Anda juga bisa mencari tahu terkait saham apa yang cocok dibeli dengan modal yang Anda miliki tersebut.

8. Rajin Memantau Pergerakan Pasar Saham

Lalu, setelah membeli saham, apalagi yang harus Anda lakukan sebagai investor pemula? Tentu, Anda tidak bisa berdiam diri dan menunggu keberuntungan datang.

Keaktifan memantau kondisi pasar termasuk hal penting dalam hal ini. Pasalnya, keadaan pasar bisa saja naik-turun secara signifikan, begitu pun dengan harga saham di pasar.

Hal tersebut biasanya dipengaruhi oleh kondisi ekonomi, politik, serta faktor lainnya. Cermat melihat pergerakan harga saham akan melatih Anda menentukan langkah terbaik, apakah harus bertahan atau justru menjual kembali saham tersebut.

Sebagai referensi saja, apabila kondisi nilai belum memungkinkan Anda untuk bertahan, mungkin Anda perlu tahu cara menjual saham. Tahapannya sebagai berikut:

  1. Tentukan harga jual dan jumlah lembar saham yang hendak dijual, dari semua daftar saham yang dimiliki.
  2. Tips agar saham segera laku, ada baiknya Anda pasang di harga beli tertinggi sesuai kondisi pasar saat itu. Sementara, bila ingin memperoleh hasil penjualan lebih besar, mungkin Anda bisa pasang di harga jual yang lebih tinggi. Sehingga, keuntungan yang diperoleh juga besar. Namun, strategi seperti itu tetap ada konsekuensinya.

9. Diversifikasi Saham untuk Meminimalisir Kerugian

Apa itu diversifikasi? Definisi umumnya, diversifikasi merujuk pada banyaknya perluasan usaha, produk, atau ekonomi yang dilakukan suatu perusahaan untuk memaksimalkan keuntungan. Tujuannya, agar jalan (arus) kas perusahaan lebih stabil dan balance.

Sementara itu, dalam bidang investasi –dalam hal ini berkaitan dengan saham-, diversifikasi perlu dilakukan. Artinya, Anda tidak menempatkan seluruh investasi dari total kekayaan Anda pada satu tempat atau satu perusahaan saja.

Ada baiknya, lakukan diversifikasi saham minimal pada tiga instrumen investasi yang berbeda untuk meminimalisir kerugian yang sewaktu-waktu dapat dialami. Terlebih pergerakan saham sangat dinamis dan fluktuatif. Anda dapat untung, tapi tak menutup kemungkinan juga merugi.

Diversifikasi ini bisa menjadi salah satu strategi baik dalam berinvestasi saham, meminimalkan risiko kerugian dari instrumen yang terindikasi mengalami penurunan harga.

10. Terus Belajar dari Pengalaman

Last but not least, dengan artikel ini, anda telah tahu cara beli saham secara garis besar, tetapi Anda tentu harus terus belajar dari pengalaman. Sebisa mungkin hindari rumor atau sentimen negatif yang seringkali muncul hingga memengaruhi mayoritas para pemegang saham.

Sebab, dari pengalaman Anda dapat mengontrol diri menghadapi panic buying dan panic selling untuk menghindari risiko gagal berinvestasi.

Demikianlah panduan lengkap cara beli saham bagi pemula, mulai dari menentukan perusahaan saham, strategi investasi awal, hingga transaksi jual-beli saham online yang mudah dan aman.

Semoga bermanfaat dan selamat berinvestasi!


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan