Cara Investasi Reksadana Yang Paling Cuan(Panduan Lengkap 2021)

Akhir-akhir ini, masyarakat Indonesia tengah menggandrungi investasi reksadana sebagai sebuah cara untuk menghasilkan profit keuangan di masa mendatang. Ya, reksadana merupakan salah satu instrumen investasi yang paling digemari di tanah air, karena hanya memerlukan modal yang terjangkau dan apabila dibandingkan dengan instrumen investasi lainnya, reksadana dianggap lebih aman.

Mengingat pentingnya investasi reksadana saat ini, maka pada artikel ini kami akan mencoba mengulas apa itu reksadana dan hal-hal yang terkait dengan investasi reksadana yang menguntungkan ini. Disini kami akan membagi poin-poin pembahasan sebagai berikut:

Penasaran dengan uraian untuk masing-masing poin di atas? Sekarang yuk Anda simak artikel ini hingga tuntas untuk memberikan wawasan yang lebih lengkap seputar investasi reksadana. 

1. Apa Itu Reksadana?

Sebelum beranjak ke pembahasan yang lebih mendalam, ada baiknya kami definisikan terlebih dahulu arti apa itu reksadana?

Menurut definisi yang diberikan oleh Bursa Efek Indonesia, reksadana adalah wadah yang dimanfaatkan untuk mengumpulkan dana dari masyarakat yang memiliki modal, dimana modal yang terkumpul itu akan dikelola dan diinvestasikan oleh seorang manajer investasi pada sejumlah efek yang dianggap menguntungkan. Nah, portofolio efek disini bisa mencakup saham, surat utang/obligasi, dan lain sebagainya.

Dalam hal ini, manajer investasi akan menentukan jenis efek manakah yang dianggap lebih menguntungkan untuk investasi, untuk dibeli, dijual atau bahkan ditahan (hold). 

2. Bagaimana Cara dan Dimana Investasi Reksadana?

Nah, pertanyaannya sekarang adalah bagaimana sih cara investasi reksadana ini, dan dimana Anda bisa melakukan kegiatan investasi tersebut?

Seiring berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi, Anda kini tidak perlu lagi pergi ke kantor-kantor perusahaan sekuritas untuk bisa investasi reksadana. Cukup dengan melakukannya secara online dengan memilih salah satu perusahaan sekuritas di Indonesia atau marketplace yang populer, maka Anda sudah bisa melakukan investasi reksadana. 

Untuk lebih detailnya, berikut ini langkah-langkah investasi reksadana secara online

1) Silahkan pilih platform reksadana online

Tentunya ada puluhan platform reksadana online yang bisa Anda pilih, tapi tidak semua mungkin akan cocok dengan kebutuhan Anda. Kami sarankan disini agar Anda memilih sebuah platform reksadana yang menawarkan berbagai produk reksadana. 

Berikut ini sejumlah platform reksadana yang dianggap memiliki performa baik dan terpercaya:

  • Bank-bank partner seperti Bank Mandiri, Bank BNI, Bank Permata, Bank CIMB Niaga, Bank BCA, Maybank Indonesia, dan banyak lagi.
  • Perusahaan-perusahaan sekuritas terkemuka seperti Indo Premier Sekuritas, Mirae Asset Sekuritas, Sinarmas Sekuritas dan Trimegah Sekuritas
  • Marketplace umum populer seperti Tokopedia, Bukalapak, Lazada, Shopee
  • Marketplace reksadana seperti Bibit, Tanam Duit, Bareksa, Ipot Go, Ajaib dan lain-lain

Misalnya disini kami akan mencoba untuk memberikan contoh aplikasi bibit sebagai aplikasi reksadana online.

2)Silahkan lakukan registrasi dan lengkapi data pribadi

Setelah menentukan pilihan atas platform reksadana online terbaik dan mengunduh platformnya di Google Play Store atau Apple Store, maka langkah selanjutnya adalah Anda perlu melakukan pendaftaran dengan melengkapi data-data pribadi yang diminta secara akurat, termasuk mengisi informasi rekening bank yang masih valid. 

C:\Users\HP\AppData\Local\Microsoft\Windows\INetCache\Content.Word\Screenshot_20210729-124551_Bibit.jpg

Biasanya Anda juga akan diminta untuk menyerahkan fotokopi KTP. Waktu pendaftaran bisa memakan waktu sekitar 10 menit atau lebih, sementara untuk melakukan verifikasi data-data Anda, biasanya akan diperlukan waktu sekitar 24 jam. Cukup lama juga ya?

3)Silahkan lakukan deposit dana

Untuk dapat membeli salah satu produk reksadana, maka Anda akan diminta untuk menyetor sejumlah dana dengan jumlah minimal yang telah ditentukan oleh platform yang Anda pilih. Jika uang telah masuk ke akun baru Anda, maka Anda bisa melakukan investasi reksadana.  Oh iya disini kami sarankan Anda untuk terlebih dahulu untuk memilih jenis reksadana saham untuk investasi Anda yang disesuaikan dengan daya beli, profil risiko dan pastinya tujuan finansial Anda. Hal ini perlu dilakukan untuk tujuan memperkecil resiko kerugian investasi Anda di masa depan.   

C:\Users\HP\Desktop\Beli-reksa-dana-di-Bibit-10.png

Selain itu, jumlah minimal deposit dana yang diberlakukan oleh masing-masing platform akan berbeda-beda, mulai dari puluhan ribu rupiah hingga jutaan rupiah. 

4)Silahkan pilih jenis reksadana yang sesuai dengan keperluan

C:\Users\HP\AppData\Local\Microsoft\Windows\INetCache\Content.Word\Screenshot_20210729-124233_Bibit.jpg

Bagi seorang investor pemula seperti Anda, mungkin akan merasa bingung saat ingin memilih jenis reksadana. Pada dasarnya Anda perlu menentukan terlebih dahulu profit dan resiko investasi reksadana Anda dan juga mengenali berbagai jenis reksadana yang ditawarkan oleh platform investasi tersebut. 

Secara garis besar, jenis reksadana dapat dibagi menjadi 5 (lima) sebagai berikut:

  • Reksadana Pasar Uang

Sesuai namanya, jenis reksadana ini adalah investasi yang terfokus kepada instrumen investasi pasar uang yang pada umumnya mempunyai jangka waktu tidak lebih dari satu tahun. Sejumlah instrumen yang dicakup oleh jenis investasi adalah surat berharga pasar uang sertifikat deposito, sertifikat Bank Indonesia dll. 

  • Reksadana Pendapatan Tetap

Jenis reksadana ini ternyata cukup banyak dipilih oleh para investor Indonesia sebab memberikan return yang stabil secara berkala.  Reksadana pendapatan tetap dapat diartikan sebagai kegiatan investasi dimana sebanyak minimal 80% aktivanya diinvestasikan pada surat utang atau surat obligasi. 

  • Reksadana Saham 

Jenis reksadana ini bisa diartikan sebagai investasi dimana setidaknya 80% dana investasinya akan diinvestasikan pada aset saham. Dianggap sebagai jenis reksadana dengan peluang resiko yang paling tinggi, jenis reksadana ini ternyata juga menghasilkan level return yang paling besar dibandingkan dengan jenis-jenis reksadana lainnya. 

  • Reksadana Campuran

Banyak investor di tanah air memilih jenis reksadana ini sebab menghasilkan return yang cukup besar. Dan sesuai namanya, reksadana campuran merupakan kegiatan investasi dimana dananya diinvestasikan pada kombinasi aset investasi, biasanya surat utang/obligasi dan aset saham. 

  • Reksadana Syariah  

Dengan melihat namanya saja, Anda sudah bisa menebak bahwa jenis reksadana ini adalah kegiatan investasi dimana dana investasi hanya akan difokuskan kepada surat-surat berharga seperti obligasi, saham, instrumen pasar uang dll yang tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah Islam. Misalnya saja pada umumnya seluruh dana reksadana syariah akan digunakan untuk berinvestasi pada sukuk dan saham syariah.  

Oh iya satu lagi yang mesti diingat adalah pastikan Anda telah membaca Prospektus dan Fund Fact Sheet yang cukup penting bagi kelancaran investasi Anda. Prospektus itu sendiri merupakan buku manual yang berisi segala informasi mengenai reksadana, termasuk biaya-biaya investasi, perizinan, manajer investasi, kebijakan investasi, dll. Sementara Fund Fact Sheet adalah laporan yang dikeluarkan manajer investasi setiap akhir bulan yang mengandung berbagai informasi seputar performa produk, portofolio efek dan komposisi aset dll. 

5) Membeli Reksadana 

Sesudah menentukan produk pilihan reksadana Anda, maka kini saatnya Anda membeli reksadana itu. Perlu diperhatikan bahwa Anda tidak bisa membeli reksadana dengan harga lebih besar dari dana yang tertera pada akun Anda. Selain itu, perlu diingat juga bahwa proses pembelian produk bisa memerlukan hingga 4 (empat) hari kerja sejak order beli Anda dilakukan. 

C:\Users\HP\AppData\Local\Microsoft\Windows\INetCache\Content.Word\gambarbibit.jpg

Oh iya satu lagi, harap perhatikan juga batas waktu penerimaan transaksi setiap harinya, dimana biasanya di Indonesia batas waktu transaksi terjadi antara pukul 12.00 hingga pukul 13.00. Apabila Anda membeli produk sebelum pukul 12.00, maka harga NAB (Nilai Aktiva Bersih) adalah harga pada tanggal transaksi. Sebaliknya jika membeli produk sesudah pukul 13.00, maka harga NAB akan mengikuti hari bursa berikutnya. 

6)Silahkan pantau reksadana Anda dengan cermat

Setelah membeli produk reksadana pilihan, maka sekarang Anda perlu memonitor kinerjanya untuk mengetahui potensi keuntungan dan kerugian reksadana Anda. Dengan memonitor produk reksadana Anda, Anda akan mengetahui harga paling update di pasar dan Anda juga bisa mengetahui besaran potensi keuntungan dan kerugian aset reksadana Anda, baik secara nominal maupun prosentase.  

C:\Users\HP\Desktop\pantau bibit.png

7)  Menjual Reksadana

Faktanya menjual reksadana itu sangatlah gampang. Anda hanya perlu menekan tombol sell/jual. Selama ini ada dua opsi cara menjual reksadana yang perlu Anda ketahui, yaitu menjual reksadana berdasarkan jumlah unitnya atau menjual reksadana berdasarkan nilai uang tunai yang ingin Anda cairkan. 

3. Beberapa kelebihan dan kekurangan investasi reksadana 

Jika seorang calon investor seperti Anda masih merasa bingung apakah berinvestasi di reksadana atau aset lainnya, maka silahkan perhatikan poin-poin berikut ini yang memuat plus minus supaya keputusan investasi Anda pada produk reksadana menjadi keputusan yang tepat dan menguntungkan. 

Kelebihan-kelebihan investasi reksadana

  • Investasi reksadana dikelola oleh manajer investasi yang berpengalaman

Jika pengetahuan Anda seputar investasi sangat terbatas dan Anda pun menghadapi keterbatasan waktu untuk melakukan analisa untung rugi pada sebuah aset investasi, maka Anda tidak perlu khawatir sebab investasi reksadana akan dikelola oleh manajer investasi yang profesional dan kompeten yang tahu seluk-beluk mengenai dunia investasi yang menguntungkan bagi Anda.

  • Investasi reksadana menawarkan diversifikasi portofolio investasi

Diversifikasi portofolio investasi sangat penting untuk diperhatikan untuk memperkecil peluang resiko kerugian lebih besar, sebab dana para investor yang dikumpulkan akan disebar ke beberapa aset investasi oleh manajer investasi.

  • Dapat dilakukan dengan modal yang sangat terjangkau

Bayangkan saja, jika Anda memilih reksadana sebagai investasi yang menguntungkan, maka Anda bisa memulai kegiatan investasi dengan dana yang sangat minim mulai dari Rp 10.000 saja. Dengan demikian, Anda tidak perlu membeli 1 lot (100 lembar saham) yang menjadi minimum pembelian saham yang tentunya nilainya akan jauh lebih mahal dibandingkan berinvestasi pada reksadana.

  • Menawarkan likuiditas yang cukup tinggi

Jika para investor memerlukan uang tunai secara cepat, maka mereka bisa melepaskan saham mereka kapan saja. Tapi biasanya mereka akan dibebankan sejumlah biaya pelepasan aset. 

Pastinya tidak ada kegiatan investasi yang tak lepas dari kekurangan-kekurangannya, begitu juga dengan investasi reksadana. Mau tahu apa saja sejumlah kekurangan yang dimiliki reksadana untuk Anda perhatikan?

Kekurangan-kekurangan investasi reksadana:

Berikut ini beberapa kekurangan dari investasi reksadana:

  • Akan dikenakan biaya- biaya tambahan

Dengan melakukan investasi reksadana, maka Anda akan dibebankan biaya untuk membayar jasa manajer investasi yang tidak kecil. Selain itu, Anda juga akan dibebankan biaya-biaya tambahan lainnya seperti biaya untuk penyimpanan, operasional serta pemasaran produk reksadana. Karena itu, tak heran jika return yang Anda terima akan lebih kecil sebab harus membayar biaya-biaya tambahan seperti ini. 

  • Return reksadana yang sering fluktuatif dan tidak dijamin 

Salah satu kekurangan yang perlu diwaspadai saat Anda menentukan pilihan investasi reksadana adalah pada kenyataannya return yang dijanjikan tidak mesti ada, dan sering kali fluktuatif alias naik turun. Namanya juga investasi, jadi resiko kerugian akan selalu ada. Misalnya saja reksadana saham yang nilainya selalu naik turun tergantung pasar, maka hal demikian tidak ada jaminan nilai saham akan selalu naik. Jika harga saham turun, maka kemungkinan Anda tidak akan menerima return sesuai harapan. 

  •  Menawarkan waktu pencairan dana yang tidak fleksibel 

Memang sih investasi reksadana menawarkan likuiditas (pencairan) yang tinggi, tapi tetap saja Anda perlu proses hingga berhari-hari untuk melakukan pencairan. Di Indonesia, proses pencairan dana investasi bisa menghabiskan waktu 4 hari kerja. Di samping itu, ada kemungkinan dana investasi Anda tidak bisa dicairkan walaupun kemungkinannya cukup kecil. Hal ini disebabkan oleh manajer investasi yang kesulitan untuk menyediakan dana yang diminta kepada Anda. 

  • Adanya resiko penutupan reksadana

Ini merupakan resiko terberat yang perlu Anda pertimbangkan saat memutuskan untuk investasi pada produk reksadana. Iya, pihak otoritas di Indonesia bisa saja menutup investasi reksadana Anda apabila jumlah dana yang dikelola oleh manajer investasi ternyata turun drastis di bawah nilai minimum. Meskipun  kemungkinan adanya resiko penutupan reksadana di tanah air cukup kecil, tapi perlu juga diwaspadai ya, terutama bagi Anda yang masih pemula.  

Investasi alternatif yang bisa dipilih

Saat memperhatikan poin-poin kekurangan investasi reksadana, Anda mungkin berpikir dua kali untuk mengambil produk reksadana sebagai investasi Anda. Lalu apa yang bisa Anda lakukan? Apakah ada opsi alternatif lainnya yang bisa dipilih yang lebih terjangkau dan menawarkan berbagai keunggulan lainnya. 

Ya tentu saja ada, dan kami disini menawarkan solusi trading dengan konsep CFDs (Contract for Differences) secara online melalui salah satu broker yang aman dan terpercaya seperti Mitrade

Lalu apa itu trading CFDs dan bagaimana cara kerjanya? Sangat simpel dimana Anda dapat membeli salah satu aset trading/investasi termasuk saham, namun Anda tidak benar-benar memiliki aset tersebut. Disini Anda tidak dianggap sebagai pemilik aset itu dan profit Anda diperoleh dari selisih antara harga jual dan beli aset tersebut.

Sekarang ini sudah banyak masyarakat Indonesia yang beralih kepada trading melalui CFDs karena mereka sangat menikmati beberapa keunggulan trading dengan konsep ini. Lalu apa saja kelebihan-kelebihannya dibandingkan dengan investasi pada reksadana? 

Yuk, mari kita simak 3 (tiga) poin kelebihannya sebagai berikut:

  • Anda bisa mendapatkan profit pada dua situasi sekaligus, misalnya saat nilai aset yang telah Anda beli berada dalam posisi naik maupun turun. Iya benar sekali, Anda tetap bisa memperoleh profit sebab Anda dapat menjual kembali aset secara cepat dan gampang saat harga jualnya lebih tinggi dibandingkan dengan harga belinya. Nah, selisih ini adalah keuntungan trading Anda. Bandingkan dengan produk reksadana yang memerlukan proses berhari-hari untuk bisa dicairkan!
  • Jika dibandingkan dengan produk reksadana ini, maka Anda tidak perlu mengeluarkan biaya-biaya tambahan lainnya yang pastinya akan membebani modal Anda. Dengan kata lain, modal yang perlu Anda dipersiapkan untuk trading CFDs akan jauh lebih kecil dibandingkan dengan reksadana. 
  • Selain itu, dengan trading CFDs, Anda diperbolehkan membeli aset-aset yang harganya sangat mahal (bisa ribuan dollar) dengan modal hanya puluhan dollar saja sebab biasanya para broker populer akan menawarkan sebuah fasilitas yang bernama rasio leverage. Meskipun modal Anda kecil untuk melakukan trading CFDs, namun profit yang akan diperoleh cukup besar. 

Jadi, apakah opsi trading dengan konsep ini terdengar menggiurkan dan atraktif? Silahkan Anda coba untuk membuktikan keunggulan-keunggulannya tersebut.

4. Tips-tips Investasi Reksadana Online

Sebelum memulai investasi reksadana secara online, ada baiknya kalian menyimak terlebih dahulu beberapa tips penting yang perlu Anda pertimbangkan sebagai berikut:

  • Silahkan tentukan terlebih dahulu tujuan Anda berinvestasi pada produk reksadana ini. 

Misalnya saja apakah tujuan Anda berinvestasi untuk mempersiapkan dana pendidikan bagi anak-anak Anda, atau apakah tujuan investasi Anda adalah untuk mempersiapkan dana pensiun di saat Anda sudah tidak bekerja lagi nanti? Dengan mengetahui apa itu tujuan investasi reksadana Anda, maka kalian dapat menentukan jenis reksadana yang paling tepat dan jangka waktu investasi yang cocok. 

  • Silahkan tentukan jenis reksadana dan jangka waktu investasi

Seperti yang sudah dipaparkan sebelumnya, ada beberapa jenis reksadana yang bisa Anda pilih yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Tak hanya itu, Anda perlu mempertimbangkan jangka waktu investasi reksadana itu sendiri karena ternyata reksadana mempunyai beberapa jangka waktu yang berbeda-beda, seperti kurang dari setahun, 1 hingga 3 tahun, 3 tahun hingga 5 tahun, dan bahkan ada reksadana yang memiliki jangka waktu lebih dari 5 tahun. 

  • Mencari tahu performa dari jenis reksadana yang sudah dipilih

Tips ketiga ini mungkin sering dilupakan calon investor, padahal mencari tahu kinerja jenis reksadana untuk investasi ini sangat penting dilakukan sebab Anda pastinya tidak mau rugi dalam investasi. Bukan begitu? Nah karena itu, kalian perlu memperhatikan rekam jejak profitnya minimal pada 3 tahun terakhir, apakah profitnya konsisten ataukah justru malah merugi? Kalian bisa mencari informasi tersebut via internet. 

  • Harap pastikan bahwa produk reksadana untuk investasi Anda sudah memiliki izin dari OJK

Sebelum berinvestasi pada sebuah produk reksadana, kami sarankan agar Anda memastikan bahwa produk itu sudah mempunyai izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku badan pengawas kegiatan di sektor finansial Indonesia. Alasannya sederhana, izin itu keluar apabila produk itu sudah memenuhi persyaratan yang diminta OJK sehingga bisa dipercaya. Tidak hanya itu, Anda juga perlu mengecek manajer investasi apakah sudah memiliki izin dari OJK atau belum. Semua itu perlu Anda lakukan supaya Anda tidak terjebak pada investasi abal-abal alias tidak berizin. 

Kesimpulan

Investasi reksadana bisa jadi opsi alternatif menarik untuk saat ini dengan melihat beberapa keunggulan yang ditawarkan. Bagaimanapun juga, investasi reksadana juga mengandung sejumlah kekurangan yang perlu Anda perhatikan. Jika Anda ragu dengan produk reksadana, maka Anda bisa mempertimbangkan sebuah opsi lainnya yang dianggap lebih menguntungkan dibandingkan opsi investasi reksadana,  yaitu salah satunya dengan melakukan trading/investasi dengan konsep CFDs pada salah satu broker terpercaya dan pastinya aman seperti Mitrade. Dengan konsep ini, Anda akan meraih profit baik di saat harga aset sedang naik ataupun sedang turun. Pilihan selalu ada di tangan Anda ya!

Selamat berinvestasi dan semoga sukses!

FAQ

Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan