Apa Itu Dividen? Pengertian, Jenis, Cara Kerja, Contohnya

Saham dan dividen adalah bagai dua sisi mata uang yang tidak bisa terpisahkan. Banyak investor yang memilih saham sebagai instrumen investasi yang mereka pilih karena tertarik dengan jumlah dividen yield yang diberikan perusahaan. Sebaliknya, sebuah perusahaan berkewajiban untuk memberikan keuntungan ini kepada investor meskipun tidak harus rutin. 

Tapi, apakah yang dimaksud dengan dividen dan bagaimana besar kecilnya keuntungan investasi ini bisa menarik seorang investor untuk berinvestasi? Simak ulasannya berikut ini. 

Apa Itu Dividen

Dividen adalah keuntungan investasi yang berasal dari sebagian laba bersih perusahaan yang dialokasikan khusus untuk para investor. Meskipun wajib dibagikan, perusahaan tidak berkewajiban untuk membayar dividen secara rutin.

Biasanya, dividen dibagikan per saham. Jadi, misal jumlah laba bersih yang akan dibagikan kepada investor adalah sebesar 1.000.000.000 rupiah, sementara jumlah saham yang beredar ada 1.000.000 lembar, maka keuntungan yang diperoleh masing-masing lembar adalah sebesar 1.000 rupiah. 

Ini artinya, kalau seorang investor punya 1 lot saham maka dia berhak mendapatkan keuntungan sebesar 100 ribu (100 lembar x 1.000 rupiah). Dengan demikian terlepas besar kecilnya jumlah saham yang dimiliki, setiap investor berhak mendapatkan dividen. 

Baca Juga: Saham: Pengertian, Jenis, Cara Kerja, Contoh, Keuntungan, dan Risiko

Jenis-Jenis Dividen

Dividen menurut cara pembagiannya terbagi menjadi beberapa jenis yaitu:

1. Dividen tunai

Dividen tunai adalah jenis dividen yang dibagikan oleh perusahaan dalam bentuk uang tunai. Uang tunai ini kemudian disimpan dalam rekening efek milik investor dan dapat dicairkan kapanpun oleh investor yang bersangkutan. Cara ini merupakan salah satu cara yang paling banyak dilakukan oleh perusahaan. 

2. Dividen saham

Metode lain yang paling banyak dilakukan oleh perusahaan adalah dengan membagikan dividen dalam bentuk saham tambahan. Metode ini disebut sebagai dividen saham. Jadi, misalnya seorang investor awalnya hanya memiliki 1 lot saham sebuah perusahaan namun karena perusahaan tersebut memberinya saham tambahan sebagai dividen, kini investor tersebut memiliki 1,05 lot saham. 

3.Dividen skrip

Dividen skrip atau janji utang adalah dividen yang dibagikan oleh perusahaan dalam bentuk surat utang. Dengan penerbitan surat utang ini, perusahaan berjanji akan membayar keuntungan investasi kepada investor dalam jangka waktu yang telah ditentukan. 

Biasanya metode pembagian ini dilakukan ketika perusahaan tidak memiliki uang kas yang cukup untuk membayar dividen kepada investor atau menerbitkan saham baru. 

4. Dividen properti

Dividen properti adalah keuntungan investasi yang dibagikan oleh perusahaan kepada investor dalam bentuk aset fisik seperti, tanah, rumah, kendaraan dan lain sebagainya. Sama seperti jenis pembagian nomor 3, biasanya hal ini dilakukan ketika perusahaan tidak memiliki uang kas yang cukup untuk membayar dividen kepada investor. 

5. Dividen likuidasi

Dividen likuidasi atau liquidating dividend adalah keuntungan investasi saham yang dibagikan oleh perusahaan ketika perusahaan tersebut berada di ambang kebangkrutan. Berbeda dengan jenis lainnya, dividen likuidasi tidak dibagikan dari modal awal pendirian perusahaan dan bukan dari keuntungan operasi perusahaan tersebut. 

Cara Kerja Dividen

Alokasi laba bersih sebuah perusahaan secara umum dapat dibagi menjadi dua yaitu pertama untuk dimasukkan kembali ke dalam uang kas dan dipakai untuk operasi perusahaan kedepannya dan kedua dibagikan kepada investor sebagai keuntungan investasi. 

Perlu Anda ketahui bahwasanya tidak semua perusahaan membagikan keuntungan investasi ini secara rutin. Banyak di antara emiten BEI yang menggunakan seluruh laba bersihnya untuk operasi perusahaan kembali.

Sebaliknya, ada kemungkinan juga sebuah perusahaan membagikan seluruh laba bersihnya untuk dividen. Keputusan untuk membagikan keuntungan investasi atau tidak ini sepenuhnya tergantung pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). 

Apabila RUPS sebuah perusahaan memutuskan untuk membagikannya, perusahaan tersebut harus mengumumkan tanggal pembukaan dan penutupan pemesanan saham yang akan mendapatkan dividen. Seorang investor tidak akan mendapatkan keuntungan ini jika membeli saham pada tanggal atau setelah tanggal penutupan. 

Perusahaan lantas menghitung berapa saham yang berhak mendapatkan jatah dividen dan berapa jatah masing-masing saham tersebut. Setelah proses penghitungan selesai, maka investor akan memperoleh jatah keuntungan investasi ini pada hari pembagian yang telah ditentukan. 

Cara Menghitung Dividen dan Contohnya

Berikut ini langkah-langkah menghitung dividen:

1. Ketahui nilai dividend payout ratio (DPR)

Sebagaimana yang tertulis di atas, tidak semua laba bersih sebuah perusahaan dialokasikan untuk dividen. Ada sebagian yang masuk kembali ke kas perusahaan untuk modal tambahan perusahaan kedepannya. 

Jumlah laba bersih yang masuk kas lagi ini disebut sebagai payout ratio sementara jumlah laba bersih yang dibagikan oleh perusahaan kepada investor disebut dengan dividend payout ratio (DPR).

Oleh karena itu, rumus dividend payout ratio adalah:

DPR = (Laba bersih) –  (Payout ratio)

Contoh:

Perusahaan A mendapatkan laba sebesar 1.000.000.000 dan memutuskan ¾ dari laba tersebut akan masuk ke dalam kas perusahaan sementara sisanya akan dibagikan kepada investor sebagai dividen. Maka, jumlah DPR perusahaan A adalah sebesar:

DPR = 1.000.000.000-  ¾ x 1.000.000.000

= 1.000.000.000- 750.000.000

= 250.000.000 rupiah. 

2. Ketahui jumlah saham yang beredar

Untuk mengetahui berapa jumlah dividen per share (DPS), investor perlu tahu dulu jumlah saham perusahaan yang beredar di bursa.

Rumus dividend per share adalah:

DPS = (DPR) / (Jumlah saham yang beredar)

Misalnya, jumlah saham perusahaan A yang beredar di bursa adalah sebesar 1.000.000 lembar. Maka jumlah dividen per saham perusahaan A adalah:

DPS = 250.000.000 : 1.000.000

= 250 rupiah per lembar.

3. Menghitung jumlah dividen yang Anda miliki

Contoh jika Anda punya saham perusahaan A sebanyak 10 lot (1000 lembar), maka Anda berhak mendapatkan keuntungan sebesar 250.000 atau 250 dikali 1000 lembar. Namun karena ada pajak sebesar 10%, maka jumlah dividen yang akan masuk ke rekening Anda adalah sebesar 225.000 rupiah.

Contoh Perusahaan Yang Membagikan Dividen

Ada banyak emiten BEI yang membagikan imbal hasil investasi kepada investornya. Emiten-emiten yang membagikan dividen yield yang cukup tinggi dalam 3 tahun terakhir kemudian dimasukkan ke dalam indeks IDX High Dividend 20. 

Berikut ini daftar emiten yang masuk ke dalam indeks tersebut per Januari 2022:

  1. Adira Dinamika Multi Finance Tbk.
  2. Adaro Energy Tbk.
  3. Aneka Tambang Tbk.
  4. Astra International Tbk.
  5. Bank Central Asia Tbk.
  6. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
  7. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
  8. Bank Mandiri (Persero) Tbk.
  9. Charoen Pokphand Indonesia Tbk
  10. Hexindo Adiperkasa Tbk.
  11. H.M. Sampoerna Tbk.
  12. Indofood Sukses Makmur Tbk.
  13. Indo Tambangraya Megah Tbk.
  14. Kalbe Farma Tbk.
  15. Mitra Pinasthika Mustika Tbk.
  16. Bukit Asam Tbk.
  17. Telkom Indonesia (Persero) Tbk.
  18. Sarana Menara Nusantara Tbk.
  19. United Tractors Tbk.
  20. Unilever Indonesia Tbk.
Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan