Apa Itu Saham?Cara Kerja Saham dan Mekanismenya

Mengetahui cara kerja saham sangat krusial bagi seorang investor atau trader yang ingin berpartisipasi di pasar modal. Tanpa mengetahui mekanisme di baliknya, seseorang akan sulit memformulasikan strategi untuk meraih keuntungan.

Setelah membaca artikel ini, Anda akan memiliki pemahaman mengenai bagaimana saham bekerja sehingga lebih siap untuk memiliki saham. Mari mulai dari definisinya terlebih dahulu.

Apa Itu Saham?

Menurut Undang-Undang Nomor 40 tahun 2007, saham dapat diartikan sebagai surat berharga atau sekuritas yang menandai kepemilikan seseorang (investor) atas bagian tertentu dari modal sebuah perusahaan perseroan terbatas. 

Surat berharga ini dapat diperjualbelikan kepada khalayak umum di pasar modal maupun kepada orang-orang tertentu saja. Apabila sebuah perusahaan ingin menjual surat berharga ini kepada masyarakat umum, maka dia harus merilis saham tersebut ke pasar modal, sebuah pasar yang secara khusus untuk memperjualbelikan surat berharga yang berkaitan dengan modal.

Cara Kerja Saham

Cara kerja saham sebenarnya cukup sederhana. Perusahaan yang ingin mencari tambahan pendanaan ke publik bisa menjual sahamnya ke pasar modal Indonesia yang dikelola oleh BEI setelah melewati syarat dan tahapan tertentu. Instrumen tersebut nantinya akan dijual dengan harga tertentu dengan satuan per lembar. 

Investor yang ingin berinvestasi lantas bisa membeli saham tersebut. Akan tetapi, investor tidak bisa membeli saham per lembar saja melainkan harus sekalian membelinya minimal sebanyak 1 lot (100 lembar). 

Baca Juga: 1 Lot Berapa Lembar? Berapa Harga 1 lot Saham? Simak Penjelasan Ini!

Harga per lembar saham ini bisa berubah ubah tergantung jumlah permintaan dan penawaran dari para investor dan pihak perusahaan itu sendiri. Seorang investor disebut mendapatkan keuntungan apabila dia berhasil menjual aset ini dengan harga yang lebih tinggi dibanding harga belinya dan akan mendapatkan kerugian bila sebaliknya.

Seorang investor juga bisa mendapatkan keuntungan apabila investor tersebut mendapatkan bagi hasil dari perusahaan penerbit saham tersebut (dividend). Sebaliknya, investor juga akan mendapatkan kerugian apabila emiten penerbit saham tersebut pailit. 

Mengapa Perusahaan Menerbitkan Saham

Terdapat beberapa keuntungan yang bisa diperoleh perusahaan ketika dia menerbitkan saham di Bursa Efek Indonesia. Beberapa keuntungan tersebut adalah:

1. Mendapatkan pendanaan tambahan

Umumnya tujuan utama sebuah perusahaan merilis sahamnya di bursa adalah untuk mendapatkan pendanaan dari publik. Dengan banyak orang yang membeli sahamnya, perusahaan tersebut akan mendapatkan aliran dana masuk yang bisa dipakai untuk berbagai program operasi. 

2. Tambahan kepercayaan untuk mendapatkan pinjaman

Salah satu kewajiban yang harus dipenuhi perusahaan ketika telah menjadi emiten di Bursa Efek Indonesia adalah merilis berbagai laporan yang dibutuhkan investor. Laporan ini seperti, laporan keuangan, laporan tahunan dan berbagai laporan lain. 

Laporan-laporan ini selain dapat meyakinkan investor untuk berinvestasi ke perusahaan tersebut juga bisa menjadi nilai plus di mata bank atau institusi keuangan lain. Dengan demikian, bank dan institusi keuangan tersebut juga bisa lebih yakin untuk meminjamkan uang ke bank. 

3. Meningkatkan profesionalisme

Penerbitan laporan tadi di atas juga berpengaruh terhadap kinerja internal perusahaan untuk jadi lebih profesional. Sebab, perusahaan dituntut untuk terbuka ke publik sehingga segala gerak-gerik perusahaan tersebut akan diawasi oleh investor secara umum, BEI sebagai penyelenggara pasar modal dan stakeholder lainnya. 

4. Meningkatkan brand awareness perusahaan

Disadari atau tidak, perusahaan yang sudah listing di bursa cenderung lebih sering diberitakan oleh media daripada perusahaan yang statusnya masih private atau tertutup. Alasannya tentu saja karena investor perlu berita terkini mengenai perusahaan tersebut. 

Dari sisi perusahaan, hal ini dapat dimanfaatkan untuk menjadi publikasi gratis untuk meningkatkan brand awareness publik atas perusahaan tersebut. Tidak menutup kemungkinan, peningkatan brand awareness ini dapat mendorong publik untuk membeli saham atau membeli produk perusahaan tersebut. 

5. Likuiditas

Likuiditas adalah indikator cepat atau tidaknya sebuah aset dapat diuangkan. Dengan dirilis di bursa dan dibeli oleh banyak orang, sebuah saham akan lebih mudah dijual dan dibeli. Hal ini bermanfaat khususnya bagi pemilik perusahaan yang ingin menjual kepemilikan sahamnya di perusahaan terkait. 

Baca Juga: 5 Broker Saham Online Terbaik di Indonesia 2022

Siapa Yang Menentukan Harga Saham?

Seperti yang tertulis di atas, harga saham ditentukan oleh mekanisme pasar atau jumlah permintaan dan penawaran investor atas saham tersebut. Secara teoritis, semakin tinggi jumlah permintaan sebuah saham, maka semakin tinggi pula harga saham tersebut. Di sisi lain, semakin tinggi jumlah penawaran saham, maka harga saham tersebut akan semakin turun. 

Apabila dirinci lebih lanjut, jumlah permintaan dan penawaran saham sebuah perusahaan dapat dipengaruhi oleh beberapa hal diantaranya:

1. Tipe investor yang membeli saham perusahaan tersebut

Terdapat dua jenis investor yang perlu Anda ketahui. Jenis atau tipe yang pertama adalah investor institusi yaitu investor yang berasal dari institusi keuangan tertentu seperti, perusahaan sekuritas, perusahaan hedge fund dan lain-lain. Jenis yang kedua adalah investor retail yang terdiri dari investor perorangan. 

Umumnya dipahami bahwa perusahaan dengan jumlah investor retail cenderung memiliki saham yang lebih likuid karena investor ritel memiliki kemungkinan lebih besar untuk menjual sahamnya sewaktu-waktu. 

Baca Juga: Cara Beli Saham Online 2022 (Panduan Mulai Cepat)

2. Kondisi fundamental keuangan perusahaan

Faktor lain yang bisa mempengaruhi harga sebuah saham adalah kondisi fundamental keuangan perusahaan. Hal ini bisa mempengaruhi harga saham perusahaan dari sisi permintaan karena investor cenderung berinvestasi ke perusahaan dengan kondisi fundamental baik. 

Hal ini berarti bahwa umumnya semakin baik kondisi fundamental keuangan perusahaan, semakin mahal pula harga saham perusahaan tersebut. Hal ini dibuktikan dengan harga saham perusahaan blue-chip cenderung mahal karena kondisi fundamental keuangannya relatif bagus dan merupakan perusahaan yang sudah berdiri sejak lama.

3. Sentimen yang mengenai perusahaan

Sentimen adalah berita-berita terbaru yang mengenai perusahaan tersebut. Berita-berita tersebut bisa merupakan berita baik maupun berita buruk. Apabila sentimen baik beredar, kemungkinan besar harga saham akan naik. Sebaliknya, jika ada sentimen buruk yang mengenai perusahaan tersebut, kemungkinan besar harga sahamnya akan turun. 

Apa Artinya Jika Anda Memiliki Saham?

Secara garis besar apabila Anda berinvestasi saham di sebuah perusahaan, itu artinya Anda memiliki sebagian modal operasi dari perusahaan tersebut. Hal ini juga berarti Anda juga memiliki hak dan kewajiban atas kepemilikan modal tersebut. 

Hak tersebut seperti: mendapatkan dividen yang dibagikan perusahaan, memperoleh informasi mengenai kondisi keuangan dan operasi perusahaan serinci mungkin, serta Anda berhak untuk mendapatkan keuntungan dan kerugian dari hasil penjualan saham tersebut.

Dari sisi kewajibannya adalah dengan memiliki saham sebuah perusahaan, Anda bertanggung jawab untuk menganalisis kondisi keuangan dan pasar saham perusahaan tersebut untuk mendapatkan hasil investasi yang lebih baik.

Kesimpulan

Bursa mempertemukan investor yang ingin melakukan aktivitas jual beli aset investasi. Pada bursa, perusahaan dapat menerbitkan saham, yang merupakan bukti kepemilikan dari perusahaan tersebut. Memiliki saham berarti Anda memiliki hak dan kewajiban yang datang dari kepemilikan perusahaan. Mekanisme harganya ditentukan oleh pasar bebas, yaitu banyaknya permintaan dan penawaran.

Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan