Pentingnya Psikologi Trading dan Cara Mempelajarinya

Terdapat tiga faktor yang mempengaruhi kesuksesan seorang trader. Ketiga faktor tersebut disingkat menjadi 3 M yaitu Money, Method, dan Mind alias uang, metode dan pikiran atau mental. Dari ketiga faktor tersebut, banyak trader yang tidak bisa mengendalikan faktor yang ketiga yaitu mental. Di sini lah mempelajari psikologi trading, yang krusial dalam menentukan apakah seseorang bisa mencetak keuntungan atau tidak.

Bahkan beberapa trader profesional yang kini dikenal oleh khalayak luas pun pernah jatuh dalam jebakan psikologis ini. Ellen May misalnya pernah mengalami kerugian di kala krisis keuangan tahun 2008 akibat keserakahannya. Akibatnya, beliau sempat vakum terlebih dahulu dan baru memberanikan diri untuk kembali ke dunia trading beberapa bulan kemudian. 

Hal ini menekankan bahwa aspek psikologis dalam trading sangatlah penting. Sebab, sebaik apapun analisis teknis dan manajemen keuangan yang dimiliki oleh seorang investor, dia tidak akan sukses apabila kondisi mentalnya kacau. 

Apa Itu Psikologi Trading?

Psikologi trading adalah ilmu yang mempelajari kondisi psikis seorang trader atau pelaku jual beli aset di pasar modal maupun pasar komoditas. Psikologi trading berperan penting dalam menentukan kesuksesan seorang trader sebab, dengan tanpa penerapan ilmu ini dalam pengendalian emosi para trader, tidak menutup kemungkinan trader tidak akan membuat keputusan yang logis. 

Pentingnya Psikologi Trading

Dari segi psikologis, boleh dikatakan pengaruh trading terhadap psikis seseorang mirip dengan judi. Menurut mentalhealth.org, ketika seseorang memenangkan taruhan dalam judi, sistem dalam otak akan merilis sistem reward berupa hormon dopamine, sebuah hormon yang membuat manusia merasa lebih baik. 

Apabila perilisan dopamine akibat judi ini tidak dikontrol, maka semua hal yang ada di sekitar orang tersebut akan terasa tidak menyenangkan kecuali judi. Hal ini tentunya akan membuat rasa ketagihan dan penasaran sehingga mendorong penjudi tersebut untuk bertaruh lebih sering dan lebih banyak. 

Hal ini bisa berlaku juga pada trading. Seorang trader pemula yang berhasil mendapatkan keuntungan trading juga bisa membangkitkan dopamine dalam otaknya dan apabila hal ini tidak dikontrol bisa mengakibatkan adiksi terhadap trading yang tidak baik. 

Rasa adiksi inilah yang kemudian mendorong trader tersebut untuk bersikap tidak logis dengan meninggalkan aspek analisis saat akan membeli atau menjual aset. Perilaku tidak logis ini mulai dari membeli saham gorengan karena takut ketinggalan (FOMO), menggunakan fasilitas leverage secara berlebihan karena ingin mendapatkan keuntungan yang lebih banyak lagi (greedy) atau tidak memasang stop loss.

Padahal tidak semua trading akan berakhir menguntungkan. Meskipun risiko kerugian dalam trading lebih bisa dikendalikan daripada judi, namun tetap saja tidak semua trading akan menguntungkan. 

Perilisan dopamin yang tidak terkontrol baik dalam judi maupun trading dapat berakibat buruk ketika penjudi dan trader tersebut mengalami kerugian. Dampak buruk ini tidak hanya adiksi, tetapi juga gangguan mental mulai dari depresi, gangguan kecemasan dan gangguan mental lain yang bisa berujung pada bunuh diri. Lebih dari itu, adiksi terhadap judi dan trading yang berlebihan juga bisa menyebabkan rusaknya hubungan seseorang dengan kolega dan bahkan keluarganya. 

Dengan dampak buruk di atas, tentunya penting bagi trader untuk mengendalikan psikisnya saat melakukan transaksi. Hal ini bisa dilakukan dengan beberapa cara seperti, tidak melakukan trading ketika sedang marah, kecewa, senang, terburu-buru atau sedih serta hanya melakukan trading ketika trader benar-benar sadar (tidak setengah tidur).

Cara Mempelajari Psikologi Trading

Emosi bisa jadi merupakan hal yang abstrak dan susah diprediksi. Akan tetapi, bukan berarti pengendalian emosi tidak dapat dipelajari atau dilatih. Berikut ini beberapa cara untuk mempelajari psikologi trading:

1. Membaca pengalaman trading para trader berpengalaman

Cara yang pertama adalah dengan membaca pengalaman trading para trader yang lebih berpengalaman. Saat ini banyak trader yang sudah merilis buku yang berisi pengalaman trading mereka dan buku tersebut bisa dibeli oleh khalayak ramai. 

Beli dan baca buku tersebut untuk mempelajari bagaimana aspek psikologi bisa mempengaruhi trader berpengalaman tersebut secara individu dan bagaimana mereka mengatasinya. 

Bisa jadi pengalaman Anda dalam mengatasi masalah psikis dalam trading ini berbeda dari para trader berpengalaman tersebut. Akan tetapi, setidaknya pengalaman mereka bisa memberikan gambaran kepada Anda tentang bagaimana psikis bisa terganggu karena trading apabila keduanya tidak dikontrol dengan benar. 

2. Mulai trading dengan nilai minim

Cara lain yang bisa Anda terapkan adalah mulai trading dengan nilai minim. Selain mendapatkan pengalaman mengenai bagaimana analisis teknikal yang baik dan benar untuk trading, memulai trading dengan nominal yang minim juga bisa membuat Anda merasakan sensasi dari dunia trading yang sebenarnya.

Sensasi inilah yang perlu Anda kontrol. Artinya, mulai jangan terlalu frustasi jika harga aset turun dan jangan terlalu senang kalau harga aset naik. Kendalikan emosi ini sejak dini supaya Anda terlatih untuk mengendalikannya di kemudian hari. 

Contoh Aspek Psikologi Pada Trading

Setidaknya ada 4 emosi yang perlu dikontrol oleh para trader. 4 emosi tersebut adalah takut, harapan yang terlalu tinggi, penyesalan dan keserakahan. Keempat rasa tersebut bisa membuat trader membeli atau menjual aset dengan tanpa pikir panjang. 

Contohnya, ada sebuah saham yang dalam beberapa jam kebelakang terus mengalami kenaikan harga. Trader yang terkena FOMO (takut ketinggalan), pasti akan membeli saham tersebut dan tidak awas ketika ternyata saat dia membeli ada indikasi breakout palsu atau reversal pattern lainnya. Akibatnya, dia justru membeli aset di harga yang mahal hanya untuk mendapatkan penurunan harga. 

Contoh lainnya pada pengalaman Ellen May di atas. Beliau mungkin tidak memperkirakan bahwa pasar saham dan keuangan dunia akan mengalami crash pada tahun 2008. Oleh karena itu, beliau serakah saat melakukan trading sehingga ketika krisis mulai terjadi, beliau mengalami kerugian parah. 

Tips Mengendalikan Psikologi Saat Trading

Sekali lagi meskipun sifatnya abstrak dan susah diprediksi, bukan berarti emosi tidak dapat dikendalikan. Coba lakukan beberapa tips berikut ini untuk mengendalikan kondisi psikis Anda saat trading:

  1. Membuat trading plan dan disiplin saat menggunakannya. Artinya, jangan membeli atau menjual aset jika tidak sesuai dengan trading plan. 
  2. Tidak trading ketika emosi sedang marah, sedih, berduka, senang atau tergesa-gesa. Kalau di tengah sesi trading Anda marah, sebaiknya Anda menyingkir dari depan layar dulu dan menenangkan diri. 
  3. Tidak trading ketika dalam keadaan setengah tidur, mabuk atau kondisi tidak sadar sepenuhnya lainnya. 
  4. Trading di ruangan yang tenang dan nyaman. 
  5. Mengatur notifikasi software dan aplikasi trading supaya hanya akan berbunyi jika apps dibuka. Tujuannya supaya kehidupan sehari-hari Anda tidak terganggu karena trading. 

Kesimpulan

Tanpa mental game yang kokoh, seorang trader tidak akan bisa menjalankan strategi yang dimilikinya, sebagus apa pun, tanpa adanya disiplin dan kesabaran. Mempelajari psikologi trading merupakan hal penting yang akan berperan besar dalam menentukan kesuksesan seorang trader.

Pelajari tips di atas mengendalikan psikologi saat sedang trading jika Anda ingin menjadi seorang trader yang sukses.

Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan