Mengenal Instrumen Pasar Modal Serta Pengertian Pasar Modal (Panduan Lengkap 2021)

Jika Anda ingin melakukan investasi pada sebuah aset finansial yang menguntungkan, Anda terlebih dahulu harus memilih instrumen pasar modal dengan bijak dan cermat. Instrumen yang dipilih ini, diharapkan akan memberikan profit yang cukup menggembirakan dan lumayan di masa depan.

Oleh karena itu, sebelum Anda terjun ke pasar modal untuk membeli atau menjual instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar itu,maka Anda perlu tahu terlebih dahulu seputar definisi dasar mengenai pasar modal, peran dan beberapa fungsi, serta pengertian dari masing-masing instrumen yang tersedia di pasar itu.

Pada artikel kali ini, akan dibahas mengenai instrumen pasar modal dan pengertian pasar modal secara lengkap dan mudah dimengerti. Silakan simak sampai akhir artikel!

Mengenal Apa Itu Pasar Modal

Jika kata ‘pasar’ terlintas sesaat pada fikiran Anda, maka Anda akan segera membayangkan pasar sebagai tempat transaksi jual beli antara pembeli dan penjual atau tempat bertemunya antara penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi barang keperluan. Anda sebagai pembeli dan pemilik modal membeli barang dari penjual yang mengambil keuntungan dari selisih dagangannya.

Begitu juga halnya dengan pasar modal. Namun ada satu perbedaan yang menarik antara pasar umum dengan pasar modal dimana di pasar modal, pembeli biasanya adalah seorang investor, sementara penjual adalah mereka yang mencari dana dari menjual instrumen-instrumen pasar modal tersebut.

Pengertian Pasar Modal

Nah dengan demikian, pasar modal dapat diartikan secara lengkap sebagai pasar yang berjalan secara terorganisir yang terdapat aktivitas jual beli surat-surat berharga seperti saham, obligasi, ekuitas dan lain-lain yang diterbitkan oleh Pemerintah, asosiasi, organisasi atau perusahaan-perusahaan swasta,  biasanya dilakukan dengan bantuan perantara broker atau komisioner.

Di Indonesia sendiri, PT Bursa Efek Indonesia akan berperan sebagai operator sekalian regulator perdagangan di pasar modal tersebut, yang diawasi secara langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan atau OJK.

Peran Pasar Modal

Dapat dikatakan keberadaan pasar modal di negara manapun memiliki peran yang cukup strategis dalam menghidupkan perekonomian nasional, dimana pasar modal mengurusi masalah utang jangka panjang yang mengizinkan para pebisnis dan pemerintah untuk memperoleh modal untuk diinvestasikan dan dipersiapkan guna mendukung layanan-layanan umum. Jangka waktu utang pada pasar modal biasanya lebih dari satu tahun, sebab kurang dari itu disebut pasar uang yang jauh lebih likuid.

Fungsi Pasar Modal

Secara umum, fungsi dari adanya pasar modal itu terbagi ke dalam 4 hal, yaitu:

  • Sebagai tempat mencari modal

Biasanya pasar modal akan didatangi oleh para investor yang tidak memerlukan uang secara segera, dengan para pengutang/peminjam (debtor) yang ingin cepat-cepat memperoleh uang untuk melakukan suatu hal. Pasar modal memungkinkan modal yang tidak terpakai (oleh investor) untuk diinvestasikan dan dikelola dengan baik oleh peminjam misalnya untuk membiayai keperluan infrastruktur.  

  • Menjamin kemudahan akses masuk dan keluar

Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, pasar modal saat ini dapat lebih mudah untuk diakses, hanya dengan bantuan perangkat mobile dan platform aplikasi trading/investasi. Para investor hanya perlu membuat sebuah akun pada sebuah broker aman dan terpercaya seperti Mitrade untuk memulai investasi. Selain mudah mengakses masuk, para investor juga dapat secara mudah keluar dari pasar modal.

  • Menjamin likuiditas modal

Faktanya pada pasar modal, sungguh mudah bagi para investor untuk menjual aset kepada pihak ketiga untuk memperoleh modal yang likuid seperti uang cash. Artinya jika Anda ingin menjual aset dengan harga pasar saat itu, maka hampir dipastikan akan ada seorang pembeli.

  • Mendorong pertumbuhan ekonomi

Seperti dipaparkan sedikit di atas, pasar modal dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. Bagaimana bisa? Iya bisa, sebab peminjam akan menggunakan modal yang tidak digunakan, untuk memutar kembali roda perekonomian yang hampir mati akibat kurangnya modal. Uang akhirnya dapat bersirkulasi lebih jauh, dimana modal yang mulanya hanya 1 miliar Rupiah, dapat menjadi 10 miliar Rupiah. 

Jenis-Jenis Pasar Modal

Pada kenyataannya, pasar modal ini terdiri dari 4 (empat) jenis, yang dijelaskan sebagai berikut:

  • Pasar Primer

Adalah pasar modal dimana utang atau saham baru diterbitkan. Ini mungkin saja berbentuk obligasi pemerintah, atau bisa juga saham-saham pada sebuah perusahaan

  • Pasar Sekunder

Pasar jenis ini merupakan pasar modal dimana utang atau saham lama diperdagangkan antar para investor. Berbeda dengan pasar primer, di pasar sekunder, utang sudah pernah diterbitkan sebelumnya, dan pada dasarnya utang berperan sebagai uang riil.

  • Pasar Ketiga

Jenis pasar ini merupakan pasar yang melibatkan berbagai sekuritas yang terdaftar pada bursa yang diperdagangkan over the counter (di luar bursa) antara broker-broker yang tidak terdaftar pada bursa dan para investor institusional.

  • Pasar Keempat

Pasar jenis ini melibatkan perdagangan over-the-counter (di luar bursa) antara institusi-institusi swasta, dimana sekuritas-sekuritas yang ada dapat saja terdaftar pada bursa, atau tidak terdaftar.

Beberapa contoh pasar modal yang ada di dunia ialah sebagai berikut:

  • NASDAQ
  • Hongkong Stock Exchange
  • Euronext
  • New York Stock Exchange (NYSE)
  • London Stock Exchange
  • Japan Stock Exchange Group
  • Toronto Stock Exchange (TSX)
  • Shanghai Stock Exchange

Mengenal 5 Instrumen Pasar Modal

Instrumen Pasar Modal Saham

Instrumen Pasar Modal #1: Saham

Saham dapat didefinisikan secara mudah sebagai sebuah surat yang merupakan bukti bahwa seseorang itu mempunyai bagian modal pada suatu perusahaan. Dengan demikian, jika Anda memiliki saham pada sebuah perusahaan, maka Anda bisa mengklaim atas income perusahaan dan aset perusahaan. Anda juga memiliki hak untuk hadir pada rapat umum para pemegang saham.

Adapun saham, dapat terbagi menjadi 2 (dua) jenis jenis saham yaitu:

  • Saham Umum

Saham jenis ini biasanya diterbitkan pada pasar saham lokal, seperti bursa efek Indonesia yang berlokasi di Jakarta. Pasar primer  untuk saham umum biasanya dibuat melalui Initial Public Offering, yang berarti bahwa sebuah perusahaan menjual beberapa prosentase dari kepemilikan perusahaan untuk memperoleh modal.

  • Saham Preferen

Jenis saham ini lebih spesifik kepada masing-masing perusahaan, dimana perusahaan menawarkan sebuah dividen yang sudah fixed/ditentukan yang akan dibayarkan setiap tahunnya, namun tidak ada jaminan dibayarkan saat itu jika perusahaan itu mengalami kesulitan keuangan. Bagaimanapun juga, dividen pada saham preferen ini dapat diulur waktunya, namun pasti akan dibayar di waktu mendatang oleh perusahaan.

Keuntungan-keuntungan investasi saham:

Ada beberapa keuntungan investasi saham yang perlu Anda ketahui, yaitu di antara yang paling utama adalah:

  • Memperoleh dividen saham

Jika Anda berinvestasi saham, maka Anda akan menerima dividen yaitu berupa pembagian profit untuk para pemegang saham, menurut banyaknya saham yang dipunyai. Semakin banyak saham yang dimiliki, maka pastinya akan semakin tinggi pula dividen yang bisa diterima.

  • Memperoleh Capital gain

Anda akan mendapatkan keuntungan atas modal Anda, dimana jika perusahaan yang sahamnya Anda beli itu berkembang secara positif dari waktu ke waktu, maka hal ini akan berpengaruh kepada nilai saham itu sendiri yang akan menjadi lebih mahal daripada harga sebelumnya. Jika Anda kemudian menjual saham Anda, maka berarti Anda akan untung dari selisih harga jual itu. 

Baca juga: Cara Beli Saham Bagi Investor Pemula: Panduan Lengkap

Dimana bisa membeli saham?

Anda bisa membeli saham pada salah satu perusahaan sekuritas, baik lokal maupun asing yang legal dan terpercaya dengan cara membuat akun/rekening pada perusahaan tersebut. Untuk membuat akun, silahkan ikuti langkah-langkah yang diberikan oleh masing-masing broker yang dipilih!

Baca Juga: 5 Broker Saham Online Terbaik di Indonesia 2021

Risiko-Risiko Saham

Jika Anda membeli aset saham untuk kegiatan investasi Anda, maka Anda perlu memperhatikan sejumlah risiko saham yang dirangkum sebagai berikut:

  • Adanya risiko atas hilangnya uang anda sebesar 100% apabila perusahaan yang sahamnya Anda beli mengalami kebangkrutan
  • Adanya risiko terjadinya naik turun (fluktuasi) harga saham yang akan mempengaruhi harga jual saham Anda apabila harganya menurun.
  • Risiko tidak mendapatkan dividen, sebab bagaimanapun juga, perusahaan tidak harus membagikan dividen kepada para pemilik saham.

Instrumen Pasar Modal#2: Reksadana

Satu lagi instrumen pasar modal yang layak Anda pertimbangkan saat ini yaitu reksadana. Meskipun sering disarankan oleh para pakar keuangan sebagai suatu investasi yang aman, namun faktanya di masyarakat, reksadana belumlah terlalu populer.

Instrumen Pasar Modal Reksadana

Definisi

Reksadana dapat didefinisikan sebagai kumpulan dana yang dikelola oleh seorang manajer yang kemudian diinvestasikan untuk membeli saham, obligasi atau instrumen pasar modal lainnya di. Artinya disini, manajer tersebut mesti melakukan diversifikasi investasi ke sejumlah aset alias tidak boleh terfokus pada satu jenis aset/komoditas saja.

Jenis-jenis reksadana:

Secara umum, reksadana dibagi menjadi 2 (dua) jenis yaitu:

  • Reksadana terbuka

Reksadana terbuka merupakan reksadana yang bisa menawarkan dan membeli kembali saham-saham dari para pemodal setara dengan jumlah modal yang telah dikeluarkan untuk investasi tersebut.

Adapun jenis reksadana terbuka ini bisa berupa 4 (empat) macam, yaitu:

  • Reksadana pasar uang

Yaitu reksadana dengan investasi pada efek yang bersifat utang dengan jatuh tempo biasanya tidak lebih dari satu tahun dan mempunyai deposito perbankan.

  • Reksadana pendapatan tetap

Adalah reksadana dengan nilai investasi minimal 80% dari aktivanya dalam format obligasi atau efek hutang.

  • Reksadana saham

Adalah reksadana dengan nilai investasi minimal 80% dari aktivanya yang mempunyai efek bersifat ekuitas

  • Reksadana campuran

Adapun reksadana jenis ini mempunyai investasi dalam sifat ekuitas dan efek yang sifatnya utang.

  • Reksadana tertutup

Kebalikan dari jenis pertama, reksadana tertutup ini tidak bisa membeli kembali saham-saham atau unit yang sudah dijual kepada investor sebelumnya.

Keuntungan investasi reksadana

Jika Anda tertarik menggeluti investasi pada instrumen pasar modal ini, maka Anda perlu memahami berbagai keuntungan yang akan didapat. Adapun keuntungan menggeluti investasi reksadana adalah sebagai berikut:

  • Menghasilkan keuntungan yang lumayan tinggi

Rata-rata, keuntungan yang bisa diterima seorang investor reksadana adalah sebesar 20% per tahun, dan biasanya diperoleh dari reksadana saham.

  • Sebagai cara untuk melakukan diversifikasi resiko

Dengan berinvestasi pada reksadana, Anda otomatis sedang menjalankan diversifikasi risiko investasi dengan menyebar modal investasi Anda ke berbagai instrumen investasi, guna mencegah Anda tidak kehilangan uang Anda secara bersamaan.

  • Memperoleh pengelolaan investasi oleh seorang manajer profesional

Reksadana akan dikelola oleh seorang manajer investasi berpengalaman dan mengerti akan dunia investasi secara komprehensif. Jadi jenis investasi ini sangat cocok bagi Anda yang tidak suka menganalisa pasar saham, namun membuka peluang akan keuntungan yang sesuai dengan target Anda.

Dimana bisa membeli reksadana?

Untuk memperoleh instrumen pasar modal ini, Anda dapat membelinya di bank-bank, perusahaan-perusahaan sekuritas, berbagai supermarket non bank atau lembaga keuangan, dan juga di E-Marketplace. Selain itu, Anda juga dapat membelinya dengan menggunakan e-wallet Anda seperti OVO, Doku, dll.

Risiko-risiko reksadana

Selain keuntungan yang bisa diraih, Anda juga perlu mempertimbangkan beberapa risiko berinvestasi pada instrumen pasar modal ini sebab bagaimanapun juga, kegiatan investasi tidak akan pernah luput dari berbagai risiko yang menyertainya, sebagai berikut:

  • Terdapat kerugian investasi

Apapun namanya investasi, pasti tidak akan lepas dari yang namanya kerugian. Begitu juga reksadana, yang juga dipengaruhi oleh naik turunnya harga sewaktu-waktu

  • Memerlukan biaya-biaya di luar investasi yang tidak kecil

Dengan memilih jenis instrumen pasar modal ini, maka Anda akan dibebankan sejumlah biaya tambahan di luar modal investasi Anda, seperti biaya untuk membayar manajer investasi, biaya penyimpanan, biaya-biaya operasional dan pemasaran, dll.

  • Memerlukan waktu beberapa hari untuk mencairkan dana

Tidak seperti tabungan atau deposito di bank yang bisa dicairkan pada hari yang sama, reksadana ternyata bisa dicairkan selama beberapa hari hingga 4 hari kerja sejak order diberikan untuk masuk ke rekening investor.

Instrumen Pasar Modal# 3: Obligasi

Siapa yang belum mendengar obligasi? Rasa-rasanya hampir setiap orang pernah mendengarnya. Obligasi ini merupakan salah satu instrumen pasar modal yang paling populer saat ini di tengah masyarakat. Bahkan kita mendengar berita mengenai adanya rencana Pemerintah untuk menerbitkan surat obligasi demi mendukung kelancaran pembangunan nasional.

Definisi

Obligasi dapat diartikan sebagai surat utang yang dikeluarkan oleh penerbit obligasi terhadap si pemegang obligasi dengan adanya perjanjian pembayaran bunga dan pokok utangnya pada waktu yang sudah ditentukan. Dengan demikian dapat dikatakan,bahwa si penerbit obligasi adalah merupakan pihak yang berutang atau meminjam, sementara si pemilik obligasi adalah pihak yang meminjamkan utang tersebut.

Baca Juga: Obligasi adalah Surat Utang? lnilah Pengertian, Jenis, Contohnya

Jenis-jenis obligasi

Sebenarnya terdapat banyak jenis obligasi, namun di antara yang paling populer adalah jenis obligasi berdasarkan penerbit sebagai berikut:

  • Obligasi Pemerintah

Jenis obligasi ini adalah surat berharga utang yang diterbitkan negara. Obligasi pemerintah dapat berupa Obligasi Negara Ritel Indonesia, Sukuk Ritel, Sukuk Negara Tabungan, dan Saving Bond Ritel.

  • Obligasi Korporasi

Sesuai namanya, obligasi ini diterbitkan oleh sebuah perusahaan tertentu, baik itu perusahaan negara maupun swasta, dimana masa jatuh temponya paling cepat adalah 1 tahun.

  • Obligasi Municipal

Surat utang ini biasanya diterbitkan oleh pemerintah daerah (kota atau kabupaten) untuk membiayai berbagai proyek infrastrukturnya di daerah masing-masing.

Selain tiga jenis itu, ada juga jenis-jenis obligasi yang didasarkan pada pembayaran bunga seperti Zero Coupon Bond, Obligasi Kupon, Obligasi Kupon Tetap, Obligasi Kupon Mengambang. Adapun jika berdasarkan nominal, maka obligasi mencakup jenis konvensional dan ritel.

Keuntungan-keuntungan memiliki obligasi

Saat Anda berinvestasi pada obligasi, maka Anda perlu tahu apa saja keuntungannya sebagai berikut:

  • Menjamin adanya penghasilan tetap

Dengan investasi pada instrumen pasar modal ini, maka Anda akan diberikan keuntungan berupa kupon yang bisa Anda terima pada waktu yang sudah ditentukan. Anda akan memperoleh bunga yang biasanya lebih besar dari bunga yang diperoleh dari instrumen pasar modal lainnya.

  • Bisa memperjualbelikan obligasi kembali

Salah satu keuntungan lainnya adalah Anda sebagai pemilik obligasi ternyata dapat memperjualbelikan kembali obligasi yang telah Anda miliki untuk memperoleh keuntungan modal yang lumayan (capital gain) dari selisih jual beli surat obligasi tersebut.

  • Menjamin keuntungan yang lebih besar

Keuntungan membeli obligasi, terutama yang diterbitkan oleh Pemerintah adalah profit yang dihasilkan biasanya lebih besar daripada Anda menyimpan investasi Anda pada deposito. Kupon yang ditawarkan oleh obligasi pada umumnya lebih besar dari kegiatan deposito di bank.

Dimana bisa membeli obligasi?

Anda bisa membeli obligasi pada suatu agen penjualan obligasi tersebut. Biasanya perusahaan atau pemerintah menunjuk bank-bank, perusahaan-perusahaan sekuritas atau platform-platform investasi untuk menawarkan penjualan obligasinya.

Risiko-risiko mempunyai obligasi

Selain adanya sejumlah keuntungan, investasi obligasi juga mengandung risiko-risiko yang perlu diantisipasi, antara lain adalah:

  • Kesulitan membayar kupon/bunga

Perusahaan/negara penerbit obligasi tidak sanggup membayar kupon atau pokok

Perusahaan yang bangkrut mungkin saja akan kesulitan membayar bunga dan bahkan sulit mengembalikan pokok obligasi pada waktu yang sudah ditentukan. Jadi Anda perlu mengantisipasinya sedini mungkin.

  • Harga jual kembali obligasi dipengaruhi suku bunga

Jika Anda ingin menjual obligasi kembali, maka kemungkinan harganya bisa jadi  lebih kecil dan bisa jadi lebih besar. Hali ini tentunya dipengaruhi suku bunga yang tengah diberlakukan.

  • Adanya risiko likuiditas

Jika seorang investor ingin menjual kembali obligasinya kepada investor lainnya, maka dimungkinkan bahwa investor kedua tersebut tidak akan membelinya dengan harga yang setara saat investor pertama membelinya, atau dia bersedia akan membelinya namun dengan harga yang sangat kecil.

Instrumen Pasar Modal # 4: ETF (Exchange-Traded Fund)

Jika Anda tertarik untuk berinvestasi untuk jangka panjang, ETF (Exchange Traded Fund) bisa menjadi opsi menarik bagi Anda. Lalu apa itu ETF? Dan apa jenis serta keuntungan investasi ETF? Berikut ini penjelasannya!

Businessman pointing at ETF (Exchange Traded Funds) on blurred city background

Definisi

ETF bisa diartikan sebagai reksadana yang memiliki bentuk kontrak investasi bersama yang unit penyertaannya diperdagangkan di sebuah bursa efek. Walaupun ETF ini pada kenyataannya merupakan reksadana, akan tetapi produk ini diperjualbelikan di bursa seperti layaknya saham-saham. Jadi ETF dengan mudah bisa dikatakan adalah gabungan antara reksadana dan saham.  

Jenis-Jenis ETF

Pada perkembangannya, ternyata EFT memiliki 2 (dua) jenis sebagai berikut:

  • ETF Aktif

Instrumen pasar modal ini dikelola oleh seorang manajer investasi secara aktif sesuai dengan pilihan dan kriteria Efek yang ditetapkan oleh manajer itu. Dengan demikian, performa EFT pastinya akan sangat bergantung dengan performa manajer.

  • ETF Pasif

Merupakan jenis ETF yang dalam pengelolaan investasinya itu pasif dimana pemilihan efek akan berdasarkan pada indeks tertentu. Karena itulah, performa ETF pasif ini akan sangat bergantung kepada perform indeks yang diikutinya.

Keuntungan-Keuntungan Investasi ETF

Apabila Anda ingin investasi pada instrumen pasar modal ini, ada baiknya Anda mengetahui beberapa keuntungannya, yaitu:

  • Menjamin kemudahan dan fleksibilitas

Anda bisa melakukan pembelian dan penjualan kapan saja selama waktu perdagangan di bursa efek seperti halnya saham

  • Memiliki biaya dan risiko yang cukup kecil

Dengan ETF, maka biaya pengelolaan akan lebih kecil daripada reksadana. Tidak hanya itu, biaya transaksi pada instrumen ini di pasar sekunder akan sesuai dengan komisi broker. Anda juga akan memiliki risiko yang rendah sebab likuiditas terjamin.

  • Memiliki cakupan yang luas serta transparan

Mempunyai 1 saja ETF berarti Anda mempunyai puluhan saham-saham unggulan yang bervariasi. Informasi terkait apapun dengan ETF Anda bisa diakses secara transparan.

Dimana bisa membeli ETF?

Anda dapat membeli instrumen ETF melalui dua pasar, yaitu Pasar Primer yang mencakup enam dealer partisipan seperti Mandiri Sekuritas, Phillip Sekuritas, Sinarmas Sekuritas, Indopremier Sekuritas, Panin Sekuritas dan Bahana Sekuritas, atau Anda juga dapat membelinya melalui Pasar Sekunder seperti Bursa Efek Indonesia.

Risiko-risiko investasi ETF

Berikut ini beberapa risiko investasi pada instrumen ETF yang perlu Anda pertimbangkan:

  • Adanya pembebanan biaya pajak atas capital gain

Setiap investor yang menjual unit penyertaannya kepada investor lainnya di Bursa Efek Indonesia, akan dikenai pajak sebesar 0,1% dari besaran transaksinya. Meskipun kecil, tapi tetap saja Anda perlu memperhatikannya.

  • Terdapat pembebanan biaya spread pada unit penyertaan

Pada ETF, unit penyertaan hanya dapat dijual selama waktu perdagangan di bursa efek. Karena itu, untuk membantu investor mengetahui harganya untuk dijual maupun dibeli, dealer partisipan biasanya akan menyediakan update Nilai Aktiva Bersih setiap menitnya. Sebagai investor, Anda perlu siap membayar biaya selisih jual beli ETF.

  • Terdapat risiko likuiditas

Ternyata pada sejumlah ETF yang baru saja diterbitkan atau EFT yang mengikuti indeks yang kurang populer, mempunyai risiko likuiditas terhadap perdagangan unit penyertaan ETF tersebut.

Instrumen Pasar Modal # 5: Derivatif

Mungkin masih banyak yang belum mengerti mengenai apa itu investasi pada instrumen derivatif, sebab instrumen ini tidak memiliki bentuk fisik sungguhan alias berbentuk kontrak perjanjian. Untuk itulah, kami akan mengulasnya secara singkat disini.

Definisi

Dapat diartikan sebagai kontrak keuangan antara kedua belah pihak baik itu untuk membeli maupun menjual aset atau komoditas. Pada umumnya, derivatif itu merujuk kepada produk turunan dari seluruh instrumen pasar modal, seperti emas, saham dll.

Jenis-jenis derivatif

Sejauh ini ternyata ada tiga jenis derivatif yang perlu Anda ketahui, yaitu:

  • Kontrak berjangka atau disebut juga Futures

Jenis derivatif ini merupakan kontrak yang biasa diperdagangkan pada bursa berjangka, dimana Anda ingin membeli atau menjual sebuah aset/instrumen pada tanggal tertentu di waktu-waktu mendatang dengan harga yang sudah ditentukan.

  • Option atau Opsi

Dengan memegang jenis derivatif ini, maka Anda akan memiliki hak untuk membeli atau menjual aset/instrumen pada harga yang sudah ditentukan, sebelum atau pada tanggal jatuh temponya.

  • Swap

Jenis transaksi derivatif ini sangat terkait dengan valuta asing yang merupakan transaksi 2 arah atau bersamaan di waktu yang sama antara dua pihak, untuk membeli dan menjual beberapa nominal mata uang dengan mata uang lainnya, dan kemudian ditukarkan kembali di masa mendatang.

Keuntungan-keuntungan investasi derivatif

  • Mengurangi level risiko finansial

Karena bentuknya sebagai kontrak perjanjian untuk perdagangan, maka risiko yang ada, pasti juga tinggi. Namun, dengan adanya instrumen ini, risiko kerugian tersebut juga akan diikuti oleh profit yang juga besar.

  • Memberikan proteksi pada nilai aset

Pada umumnya, kegiatan investasi didesain untuk memberikan proteksi pada nilai aset/komoditas di masa depan yang berubah-ubah setiap waktunya. Karena itulah, investasi derivatif bermanfaat untuk menjaga nilai aset itu tetap dan tidak mengalami penurunan harganya.

Dimana bisa beli instrumen derivatif?

Anda bisa membelinya di Bursa Efek Indonesia yang berlokasi di Jakarta.

Risiko-risiko investasi derivatif

  • Memiliki risiko yang paling besar

Dibandingkan dengan investasi pada instrumen lainnya, investasi pada derivatif memiliki risiko yang paling tinggi jika dibandingkan dengan investasi pada saham misalnya. Akan tetapi, risiko yang lebih besar akan juga membuka peluang keuntungan yang lebih besar pula.

  • Memiliki kerumitan yang terkadang sulit dipahami oleh investor pemula

Instrumen derivatif bukanlah instrumen yang simpel dan mudah difahami. Kerumitan ini mencakup segi penilaian, pencatatan pada laporan finansial serta kandungan risiko yang menyertainya.

Kiat Sukses Investasi di Instrumen Pasar Modal

Sekarang ini masyarakat Indonesia, terutama generasi muda milenial sedang berusaha mencari keuntungan di luar pekerjaan utamanya, yaitu dengan cara investasi di pasar modal. Namun, banyak dari mereka masih tidak tahu kiat-kiat sukses investasi pada bidang itu yang perlu diketahui untuk menghasilkan keuntungan yang diharapkan.

Disini kami akan membagikan 3 (tiga) kiat atau tips yang bisa Anda ikuti sebelum terjun di dunia investasi sebagai berikut:

  • Kenali dan identifikasi perusahaan yang asetnya ingin Anda beli

Salah satu langkah pertama untuk menjatuhkan terjun ke dunia investasi adalah Anda perlu mengenali dan mengidentifikasi perusahaan yang asetnya akan Anda beli. Apakah perusahaan tersebut merupakan perusahaan legal yang sudah terdaftar dan juga berada di bawah monitoring Otoritas Jasa Keuangan.

Anda juga bisa mempelajari berbagai laporan finansial perusahaan, laba tahunan, dll untuk mengetahui apakah perusahaan itu sehat atau justru sebaliknya. Jika Anda sudah menemukan pilihan perusahaan, Anda juga perlu mencari tahu seputar aset yang dibeli, apakah memiliki prospek yang bagus atau tidak. Untuk itu, Anda bisa berdiskusi dengan para konsultan investasi yang profesional.  

  • Mengaplikasikan cara pengelolaan modal (capital management) yang baik

Kiat ini menyarankan agar Anda melakukan manajemen uang Anda sebelum melakukan investasi. Misalnya Anda disarankan untuk tidak menanamkan uang Anda hanya pada satu aset saja guna menghindari kerugian yang lebih besar nantinya. Artinya sebagai investor pemula, ada baiknya Anda melakukan diversifikasi investasi. Misalnya saja Anda bisa memilih saham, reksadana, kontrak derivatif, obligasi dan lain-lain.

Selain itu, Anda tidak boleh terburu-buru menginvestasikan modal yang sangat besar, sebab investasi ini penuh dengan risiko yang terkadang sulit untuk dihindari. Mulailah dengan modal yang terjangkau terlebih dahulu, misalnya silahkan alokasikan dana bulanan Anda 10 % hingga 20% untuk berinvestasi pada suatu aset investasi. Dan pastikan bahwa dana yang Anda keluarkan untuk investasi ini tidak akan mengganggu pemenuhan keperluan sehari-hari, cicilan kredit, maupun dana keperluan darurat. Anda perlu mengelola semuanya ini dengan baik.  

  • Silahkan tentukan tujuan investasi dan jangka waktu yang diharapkan

Sebelum memulai investasi, Anda mesti menentukan tujuan sebenarnya Anda berinvestasi. Misalnya saja, apakah tujuan investasi Anda itu untuk menyediakan dana pendidikan di masa depan, membeli apartemen atau mobil, mempersiapkan pensiun dini dan lain-lain. Untuk itu jika Anda mau, Anda bisa melakukan konsultasi dengan pakar investasi di kota Anda.

Oh iya, selain itu, Anda perlu juga menentukan jangka waktu investasi Anda, karena jangka waktu ini akan mempengaruhi besaran modal yang perlu dikeluarkan dan jenis instrumen investasi yang akan dipilih. Misalnya saja dapat dikatakan semakin lama jangka waktu Anda untuk berinvestasi, maka biasanya akan semakin kecil pula dana yang diperlukan.

Sebaliknya, semakin pendek jangka waktu investasi yang dipilih, maka biasanya akan semakin besar pula modal untuk investasi dan produk yang akan dipilih biasanya adalah produk yang tidak membuka peluang risiko kerugian lebih besar.

Kesimpulan

Sebenarnya ada banyak opsi instrumen pasar modal yang bisa Anda ambil untuk memulai investasi di pasar modal. Memang beresiko, namun kegiatan ini ternyata juga menghasilkan keuntungan yang sangat lumayan termasuk bagi para investor pemula, bahkan bisa jadi melebihi pendapatan bulanan Anda jika Anda menjalaninya dengan kalkulasi yang tepat dan cermat. 

Karena itulah, Anda bisa memilih salah satu dari instrumen-instrumen pasar modal yang dijelaskan sambil mempraktekkan tips-tips yang kami kemukakan barusan di atas. Semoga investasi Anda membuahkan keuntungan sesuai dengan harapan, target dan tujuan Anda.

Selamat berinvestasi, ya!


Bagikan Artikel

Tinggalkan Komentar

Don`t copy text!